Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

China Gak Main-main! Koruptor Rp3 Triliun Dihukum Mati & Aset Disita

74
×

China Gak Main-main! Koruptor Rp3 Triliun Dihukum Mati & Aset Disita

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMPERANEWS.COM – Sebuah kasus korupsi besar mengguncang dunia bisnis dan teknologi China. Zhao Weiguo, mantan Komisaris Utama Tsinghua Unigroup perusahaan semikonduktor milik negara resmi dijatuhi hukuman mati dengan masa tunda dua tahun oleh pengadilan di Provinsi Jilin, China. Vonis tersebut dijatuhkan atas keterlibatannya dalam korupsi dan pencucian uang yang menyebabkan kerugian negara mencapai sekitar Rp. 3 triliun (sekitar 1,3 miliar yuan).

Rangkaian Kejahatan dan Vonis Berat

Example 300x600

Dalam sidang yang digelar belum lama ini, pengadilan menyatakan bahwa Zhao secara sistematis menggunakan posisinya untuk mengumpulkan kekayaan secara ilegal. Ia terbukti mengalihkan aset perusahaan untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan rekan bisnisnya. Selain hukuman mati, Zhao juga dijatuhi denda sebesar 12 juta yuan (sekitar Rp. 27 miliar) dan seluruh aset pribadinya disita negara.

Vonis ini dijatuhkan setelah investigasi panjang sejak 2023. Sepanjang proses hukum, Zhao diketahui tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar. Keputusan ini menjadi penegasan bahwa China tidak akan mentolerir penyalahgunaan kekuasaan dalam BUMN strategis.

Tsinghua Unigroup merupakan bagian dari Tsinghua Holdings, perusahaan milik Universitas Tsinghua, salah satu institusi paling bergengsi di China. Didirikan pada 1988, Tsinghua Unigroup pernah menjadi harapan besar China dalam mengejar ketertinggalan di industri semikonduktor dan teknologi chip.

Namun di bawah kepemimpinan Zhao, perusahaan melakukan berbagai langkah akuisisi dan ekspansi yang tidak relevan, termasuk merambah sektor properti hingga judi online. Investasi besar-besaran ini menghabiskan miliaran yuan dan tidak memberikan keuntungan berarti. Akibatnya, pada akhir tahun 2020, Tsinghua Unigroup gagal membayar obligasi dan secara resmi dinyatakan bangkrut.

Setelah kebangkrutan, Tsinghua Unigroup menjalani restrukturisasi menyeluruh. Pada 2022, perusahaan berpindah tangan ke investor baru, yakni:

Wise Road Capital

Jianguang Asset Management

Serta beberapa entitas pendanaan yang berafiliasi dengan pemerintah.

Kini, perusahaan berada di bawah pengawasan ketat dan pengelolaan yang lebih profesional, sebagai bagian dari upaya China memperbaiki ekosistem industri chip dalam negerinya di tengah tekanan geopolitik global dan persaingan dengan AS.

Pesan Keras dari Pemerintah China

Kasus Zhao Weiguo menjadi peringatan keras dari pemerintah China terhadap para pejabat dan pengusaha yang menyalahgunakan kekuasaan. Hukuman mati dalam kasus korupsi sangat jarang dijatuhkan, kecuali pada kejahatan besar yang membahayakan stabilitas ekonomi nasional.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Xi Jinping dalam kampanye anti-korupsi yang telah berlangsung lebih dari satu dekade dan telah menjerat ribuan pejabat, termasuk dari perusahaan-perusahaan milik negara.

Kesimpulan

Hukuman mati terhadap Zhao Weiguo menjadi simbol kejatuhan seorang bos besar teknologi yang dulunya sangat berpengaruh. Dari harapan nasional di sektor teknologi, Tsinghua Unigroup berubah menjadi contoh kegagalan manajemen yang buruk dan penyalahgunaan kekuasaan. Kini, dengan struktur baru dan dukungan investor, harapan kebangkitan industri chip China masih terus dihidupkan—namun dengan pelajaran pahit yang tak akan mudah dilupakan.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *