Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

140 Siswa Kupang Keracunan, BGN Masih Tunggu Hasil BPOM

37
×

140 Siswa Kupang Keracunan, BGN Masih Tunggu Hasil BPOM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – ( AmperaNews.com ) – Sebanyak 140 siswa di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan pihaknya tengah menunggu hasil pengecekan sampel makanan yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami sedang menunggu hasil kajian BPOM yang mengambil sampel makanan Senin,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana saat dihubungi, Kamis (24/7/2025).

Example 300x600

Dadan menjelaskan, ratusan siswa itu menerima MBG pada Senin (21/7) kemarin. Para siswa kemudian merasakan gejala mual, muntah, dan pusing keesokan harinya.

“Makannya Senin, Selasa pagi diketahui ada yang sakit dan makanan (MBG) Selasa belum dimakan,” ujarnya.

Sebelumnya, 140 siswa SMP Negeri 8 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Polisi saat ini tengah menyelidiki kasus ini.

peristiwa ini terjadi pada Selasa (22/7). Kejadian bermula sekitar pukul 07.30 Wita, saat kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. Kepala SMPN 8 Kupang, Maria Theresia Lana, mengatakan beberapa siswa mulai izin ke toilet karena diare dan sakit perut. Jumlah siswa yang mengeluh terus bertambah hingga memenuhi ruang UKS.

“Jadi proses KBM sekitar jam 07.30 pagi, sudah ada siswa kami yang bolak-balik ke kamar mandi, ternyata mereka mencret dan ada yang sakit perut,” kata Maria, Selasa (22/7).

Maria menyebutkan program MBG untuk hari itu dihentikan sementara. Beberapa siswa mengaku makanan yang dikonsumsi pada hari sebelumnya terasa asin dan asam, terutama tahu dan sayurnya.

Polres Kupang Kota turut melakukan penyelidikan atas kasus dugaan keracunan massal ini. Polisi mengumpulkan data siswa yang terdampak dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta rumah sakit.

“Kami masih mendata jumlah siswa yang sakit di sekolah maupun rumah sakit,” ujar Kasi Humas Polresta Kupang Kota Ipda Frangky Lapuisaly.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *