Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Pemkab OKU Timur Ambil Langkah Setelah Video Anak Mengemis Viral

228
×

Pemkab OKU Timur Ambil Langkah Setelah Video Anak Mengemis Viral

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMPERANEWS.COM – iral video seorang anak kecil menangis usai dimarahi dan dipukul ibu kandungnya karena tidak membawa uang dari hasil mengemis dengan menjadi manusia silver di Kota Baru, Martapura, Kabupaten OKU Timur, langsung ditindaklanjuti pemerintah setempat.

Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Satpol PP dan Linmas, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA), serta Dinas Sosial bergerak cepat menindaklanjuti peristiwa ini, Rabu (16/7/2025).

Example 300x600

Dalam video berdurasi 1 menit 21 detik yang beredar luas di media sosial, tampak anak kecil menangis ketakutan saat dimarahi ibunya di teras sebuah ruko.

Aksi ini direkam seorang perempuan yang kemudian menegur si ibu karena tega memarahi anak kandungnya hanya karena tidak mendapatkan uang dari mengemis.

“Ngapo? Ibu ni idak kasian apo samo adek ini. Dari tadi ku perhatikan dari dalam mobil ibu ni marahi. Idak dapat duit dimarahi. Astagfirullahalazim bu, budak masih kecik mak ini bu,” ujar perempuan tersebut dalam video.

Plt Kepala Satpol PP dan Linmas OKU Timur, Ikra Sentana S STP, membenarkan kejadian tersebut. Setelah mendapat laporan dan menelusuri video yang viral, pihaknya langsung bergerak mengamankan anak dan ibu kandungnya.

“Mereka memang ditemukan di wilayah Kota Baru Martapura. Ibu kandungnya ternyata yang menyuruh dan mendampingi anaknya melakukan aksi manusia silver itu,” kata Ikra.

Ia menegaskan, keterlibatan anak-anak dalam aktivitas manusia silver sangat memprihatinkan karena membahayakan keselamatan mereka di jalanan serta merusak citra kota.

“Anak ini bersama ibunya sudah kami serahkan ke Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Kepala Dinas Sosial OKU Timur, Hanafi SE MM, menambahkan pihaknya telah melakukan pembinaan persuasif terhadap ibu dan anak tersebut. Pemkab memberikan dua opsi: jika memerlukan tempat tinggal dan penghidupan lebih layak, mereka bisa difasilitasi tinggal di panti sosial. Namun tawaran ini ditolak.

“Kami tidak memaksa. Tapi mereka kami kembalikan ke daerah asal dengan catatan tidak boleh lagi melakukan aktivitas eksploitasi anak, termasuk mengemis,” ujarnya.

Hanafi menegaskan jika kejadian serupa terulang, Dinas Sosial tak segan mengambil tindakan lebih tegas dengan menempatkan mereka langsung ke panti sosial.

Saat ini, kata dia, Pemkab OKU Timur telah menjalin kerja sama dengan sejumlah panti sosial di OKU Timur, Muara Enim, Palembang, hingga Lampung.

“Malam ini kami bersama Satpol PP masih terus menyisir sejumlah titik, menertibkan aktivitas pengemis, pengamen, dan manusia silver. Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga besok,” tegas Hanafi.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) OKU Timur, Inoferwenti Intan SE MM, menyayangkan aksi tersebut. Ia menegaskan, perbuatan ini merupakan bentuk eksploitasi anak.

“Anak ini seharusnya sekolah, belajar, bermain, bukan dicat silver dan dimarahi hanya karena tidak membawa uang. Ini jelas eksploitasi anak yang tak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun,” ujarnya dengan nada prihatin.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *