Yogyakarta (Amperanews.com) – Aksi penembakan menggunakan airsoft gun terhadap seorang mahasiswa terjadi di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Polisi mengungkap korban diduga dipilih secara acak oleh sekelompok pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (2/8/2026) dini hari. Korban berinisial ARP (17) saat itu tengah dalam perjalanan pulang dari Solo, Jawa Tengah.
Menurut polisi, sepeda motor yang dikendarai korban sempat dipepet sebelum kelompok pelaku melakukan penembakan.
KBO Satreskrim Polresta Sleman Ipda Kiswanto mengatakan korban dan para pelaku tidak memiliki persoalan sebelumnya.
“Korban ini acak, dia ndak ada masalah dengan orang itu. Enam kali tembak kalau pengakuan pelaku, yang kena tiga kali,” ujar Kiswanto, Jumat (28/8/2026).
Satu Pelaku Ditangkap
Polisi telah menangkap seorang terduga pelaku berinisial IRS (27) di kawasan Maguwoharjo, Depok, Sleman, pada Sabtu (22/8/2026).
IRS disebut berperan sebagai eksekutor yang melakukan penembakan terhadap korban.
Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan hubungan atau konflik antara IRS dengan korban. Hal tersebut membuat penyidik menduga aksi tersebut dilakukan tanpa motif pribadi.
Diduga Demi Konten
Polisi menduga aksi tersebut dilakukan untuk menghasilkan konten. Dugaan itu muncul setelah penyidik mengetahui bahwa aksi penembakan tersebut direkam oleh kelompok pelaku.
Kiswanto menyebut kelompok itu memiliki peran berbeda-beda saat menjalankan aksinya.
Selain IRS yang diduga bertugas menembak, terdapat pelaku lain yang membawa senjata tajam jenis celurit. Ada pula yang bertugas sebagai pengemudi atau joki serta seseorang yang merekam kejadian.
“Kemungkinan sengaja membuat konten untuk diperlihatkan ke teman-temannya,” katanya.
Tiga Pelaku Masih Diburu
Dengan ditangkapnya IRS, polisi masih mengejar tiga orang lainnya yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Penyidik terus mendalami peran masing-masing anggota kelompok, termasuk pihak yang membawa senjata tajam, mengendarai kendaraan, dan merekam kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian karena korban disebut tidak memiliki persoalan dengan pelaku dan diduga menjadi sasaran secara acak. (Rd).


















