Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bandar Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama

0
×

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Mesuji,(www Ampera-News.com)-

Example 300x600

Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen mengoptimalkan sektor agraris dan meningkatkan kesejahteraan petani daerah melalui akselerasi program modernisasi dan hilirisasi sektor pertanian.

​Komitmen ini ditegaskan secara langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal usai melakukan peninjauan lapangan dan simulasi pemanfaatan teknologi modern drone penyemprot Pupuk Organik Cair (POC) di kawasan persawahan Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/6/26).

​Dalam dialog tatap muka bersama para kelompok tani setempat, Gubernur mengapresiasi keberhasilan implementasi POC hayati cair yang secara nyata mampu mendongkrak hasil panen warga. Tercatat, dari basis luasan lahan sawah sekitar 1.000 hektar di wilayah tersebut, total produksi gabah melonjak tinggi dari semula sebesar 5.000 ton menjadi 7.000 ton.

​”Jadi kalau 1.000 hektar dipakai semua, tadinya produksinya 5.000 ton sekarang jadi 7.000 ton. Ada tambahan 1,4 miliar buat dibagikan ke petani di seluruh desa,” jelas Gubernur di hadapan para petani.

​Melihat capaian impresif tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menginstruksikan jajaran dinas terkait bersama pemerintah kabupaten untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman dari dua kali panen menjadi tiga kali panen (IP300) dalam setahun. Gubernur meminta sinergi yang kompak dari aparatur desa serta dinas teknis agar target-target percepatan tanam tahun ini berjalan dengan optimal.

​Terkait keluhan para petani mengenai kendala serangan hama tikus yang kerap menggagalkan peningkatan masa tanam, Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat memberikan solusi taktis jangka pendek dan jangka panjang.

Melalui dinas pertanian, pemerintah mendistribusikan bantuan logistik berupa seperempat ton belerang untuk penanganan darurat serta merencanakan pembangunan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

​”Tahun ini kita usahakan tiga kali. Oke. Kasih burung hantu… Rubuha. Sama belerang. Kompak ya Pak. POC-nya dipakai,” tegas Gubernur.

​Sementara itu, perwakilan masyarakat tani Desa Pangkal Mas mengutarakan rasa terima kasih atas dukungan nyata pemerintah daerah dalam menekan pengeluaran budidaya padi sawah. Berkat dukungan program teknologi pupuk hayati cair ini, beban operasional produksi petani dapat dipangkas secara drastis dari ratusan ribu rupiah menjadi puluhan ribu rupiah per hektarnya.

​Petani juga menaruh harapan besar agar pemerintah daerah bersedia memfasilitasi uji laboratorium berkala bagi beras lokal yang diproduksi murni tanpa menggunakan bahan pestisida kimia sejak tahun 2014 guna mendongkrak nilai tambah ekonomi dari aspek harga jual pasar.

​”Minta tolong Pak Gubernur untuk memfasilitasi agar apa yang kami angan-angankan di beras kami, karena di usaha organik itu ada nilai plusnya dari segi harga. Terima kasih atas teknologinya pupuk hayati cair yang sangat bermanfaat dan mengurangi biaya produksi pangan kami. Semoga Lampung dipimpin Bapak Rahmat Mirzani Djausal jadi lumbung pangan nasional,” pungkas perwakilan petani.

​Di samping pembenahan sektor pertanian organik dan pengendalian hama terpadu, Gubernur turut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung senantiasa mendengar aspirasi masyarakat Mesuji mengenai kelancaran aksesibilitas ekonomi daerah, termasuk komitmen percepatan pembenahan dan peningkatan infrastruktur jalan poros utama di wilayah setempat. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

“Hrn’”

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Jalan Rawa Jitu – Umbul Mesir Dibangun, Distribusi Hasil Pertanian Semakin Lancar* Tulang Bawang —- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengerjaan infrastruktur jalan pada ruas Rawa Jitu – Umbul Mesir, Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (24/6/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target demi mempercepat konektivitas antar daerah. ​Dalam peninjauan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa kondisi jalan sepanjang 5,6 kilometer ini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan beberapa bulan lalu. Saat ini, jalur tersebut sedang dalam tahap pelapisan sebelum nantinya akan ditingkatkan menjadi jalan beton (rigid pavement). ​”Alhamdulillah hari ini sudah mulai baik. Ya, tinggal asphalt, layer concrete setelah itu baru di-rigid. Insyaallah bulan September, paling lama Oktober sudah bisa selesai,” ujar Gubernur di lokasi peninjauan. ​Perbaikan infrastruktur ini terbukti memberikan dampak instan dan masif bagi mobilitas masyarakat sekitar. Berdasarkan laporan kepala deaa setempat, waktu tempuh dari Sumber Agung menuju Aji Mesir yang semula memakan waktu hingga satu jam akibat rusak parah, kini dapat dipangkas secara drastis. ​”Yang tadinya satu jam dari Sumber Agung, Kampung Sumber, sampai Aji Mesir sini, sekarang lima menit sudah nyampe,” ungkapnya kepada Gubernur. Menanggapi hal tersebut, Gubernur menyambut dengan optimis, “Lima menit sudah sampai, ya. Padahal belum di-rigid ini. Belum rigid, ini masih base ini, belum rilis total ini,” ujar Gubernur. ​Selain mempermudah mobilitas, peningkatan kualitas jalan ini memicu geliat ekonomi yang luar biasa di kawasan Tulang Bawang. Harga komoditas tanah di sepanjang koridor jalan dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat. Tidak hanya itu, sektor pertanian yang menjadi penopang utama kawasan tersebut turut merasakan dampak positif berupa kenaikan harga gabah basah di tingkat petani yang kini menyentuh angka Rp7.000 per kilogram. ​Gubernur Mirza menegaskan, pemerintah daerah tidak akan berhenti pada pembangunan jalan saja. Guna memaksimalkan potensi pertanian pasca perbaikan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung berencana mengintegrasikan bantuan teknologi pertanian berupa mesin pengering (dryer). ​”Besok kita kasih dryer, naik lagi jadi Rp8.500,” tegas Gubernur sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal. ​Melalui konektivitas jalan yang semakin mantap ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap distribusi logistik hasil pertanian dapat berjalan optimal, menekan biaya transportasi, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang dan sekitarnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).
Bandar Lampung

*Jalan Rawa Jitu – Umbul Mesir Dibangun, Distribusi…