Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bandar Lampung

Lampung Siap Jadi Kekuatan Pangan Nasional, Gubernur Libatkan ISPI Perkuat Sektor Peternakan

83
×

Lampung Siap Jadi Kekuatan Pangan Nasional, Gubernur Libatkan ISPI Perkuat Sektor Peternakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Bandar Lampung,(www.Ampera-News.com)-

Example 300x600

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengajak Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Provinsi Lampung menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat hilirisasi sektor peternakan guna mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah ISPI Provinsi Lampung Periode 2026–2031 yang dirangkai dengan diskusi interaktif bertema ‘Hilirisasi Peternakan Menuju Ketahanan Pangan Lampung dalam Mendukung Program Strategis Nasional’ di Ballroom Aston Hotel, Sabtu (09/05/2026).

Gubernur dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus ISPI Provinsi Lampung Periode 2026-2031.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus ISPI Provinsi Lampung yang baru saja dilantik. Saya berharap kepengurusan ini tidak hanya menjadi wadah profesi insinyur dan sarjana peternakan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun peternakan Lampung yang lebih maju, modern, mandiri, dan berdaya saing,”ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, sektor peternakan memiliki posisi strategis dalam menopang pembangunan ekonomi Lampung. Dengan luas lahan mencapai 3,3 juta hektare dan mayoritas masyarakat bergantung pada sektor pertanian beserta turunannya, Lampung dinilai memiliki potensi besar menjadi kekuatan pangan nasional.

“Sekitar 60 persen masyarakat Lampung bergantung pada sektor pertanian. Banyaknya komoditas pertanian menjadikan ketersediaan pakan melimpah dan mendorong investasi di sektor peternakan terus tumbuh,” katanya.

Gubernur menjelaskan, Lampung saat ini menjadi salah satu daerah penghasil ternak terbesar di Indonesia, mulai dari sapi, kambing, hingga ayam petelur dan pedaging. Namun demikian, ia menilai sektor tersebut masih perlu diperkuat melalui hilirisasi dan pembenahan tata niaga agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat di daerah.

Ia menyoroti masih tingginya biaya distribusi akibat sistem rantai pasok yang belum efisien, terutama dalam distribusi jagung sebagai bahan baku pakan ternak.

“Jagung dari berbagai daerah di Lampung dibawa dalam kondisi basah ke Lampung Selatan untuk dikeringkan, lalu hasil pakannya dikirim kembali ke daerah-daerah. Ini membuat biaya tinggi dan membebani petani. Karena itu, ke depan kita akan membangun sistem pengeringan jagung di desa-desa agar hilirisasi bisa dilakukan langsung di daerah,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Lampung menjalankan Program Desaku Maju dengan membangun dryer atau pengering jagung di desa-desa sentra produksi. Tahun ini, Pemprov menargetkan distribusi hampir 200 unit dryer dan akan ditingkatkan menjadi 500 unit pada 2027-2028 di setiap desa

Menurut Gubernur, keberadaan dryer desa akan membuka peluang lahirnya industri pakan ternak berbasis UMKM, menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

“Kita ingin pakan murah berbasis bahan baku lokal. Limbah pertanian bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak. Kalau ini berhasil diduplikasi di ratusan desa, maka pertumbuhan ekonomi akan bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan pentingnya peningkatan konsumsi protein masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menyebut, meski Lampung menjadi salah satu daerah pemasok protein nasional, tingkat konsumsi protein masyarakat Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional. Oleh sebab itu, ia meminta ISPI turut membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan sektor peternakan.

“Protein itu bukan hanya soal pangan, tapi investasi kualitas SDM. Kita ingin anak-anak Lampung tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.

Selain itu, Gubernur mengajak ISPI untuk aktif mendukung riset dan inovasi peternakan, mulai dari pengembangan pakan lokal, pengolahan hasil peternakan, hingga pendampingan teknologi kepada peternak.

“ISPI harus menjadi mitra ilmiah pemerintah daerah, membantu pemetaan potensi ternak, mendampingi peternak dalam teknologi budidaya dan pengolahan, menjaga mutu keamanan pangan dan standar halal, serta menjadi motor inovasi peternakan Lampung,” tegasnya.

Diakhir, Gubernur mengajak seluruh elemen, termasuk ISPI, untuk bersama-sama membangun Lampung melalui sektor pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.

“Mari sama-sama kita bermitra dan menjadi partner strategis untuk menumbuhkan ekonomi Lampung agar lebih baik ke depan demi masa depan anak dan cucu kita,” pungkasnya.(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

“Hrn’”

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Jalan Rawa Jitu – Umbul Mesir Dibangun, Distribusi Hasil Pertanian Semakin Lancar* Tulang Bawang —- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengerjaan infrastruktur jalan pada ruas Rawa Jitu – Umbul Mesir, Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (24/6/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target demi mempercepat konektivitas antar daerah. ​Dalam peninjauan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa kondisi jalan sepanjang 5,6 kilometer ini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan beberapa bulan lalu. Saat ini, jalur tersebut sedang dalam tahap pelapisan sebelum nantinya akan ditingkatkan menjadi jalan beton (rigid pavement). ​”Alhamdulillah hari ini sudah mulai baik. Ya, tinggal asphalt, layer concrete setelah itu baru di-rigid. Insyaallah bulan September, paling lama Oktober sudah bisa selesai,” ujar Gubernur di lokasi peninjauan. ​Perbaikan infrastruktur ini terbukti memberikan dampak instan dan masif bagi mobilitas masyarakat sekitar. Berdasarkan laporan kepala deaa setempat, waktu tempuh dari Sumber Agung menuju Aji Mesir yang semula memakan waktu hingga satu jam akibat rusak parah, kini dapat dipangkas secara drastis. ​”Yang tadinya satu jam dari Sumber Agung, Kampung Sumber, sampai Aji Mesir sini, sekarang lima menit sudah nyampe,” ungkapnya kepada Gubernur. Menanggapi hal tersebut, Gubernur menyambut dengan optimis, “Lima menit sudah sampai, ya. Padahal belum di-rigid ini. Belum rigid, ini masih base ini, belum rilis total ini,” ujar Gubernur. ​Selain mempermudah mobilitas, peningkatan kualitas jalan ini memicu geliat ekonomi yang luar biasa di kawasan Tulang Bawang. Harga komoditas tanah di sepanjang koridor jalan dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat. Tidak hanya itu, sektor pertanian yang menjadi penopang utama kawasan tersebut turut merasakan dampak positif berupa kenaikan harga gabah basah di tingkat petani yang kini menyentuh angka Rp7.000 per kilogram. ​Gubernur Mirza menegaskan, pemerintah daerah tidak akan berhenti pada pembangunan jalan saja. Guna memaksimalkan potensi pertanian pasca perbaikan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung berencana mengintegrasikan bantuan teknologi pertanian berupa mesin pengering (dryer). ​”Besok kita kasih dryer, naik lagi jadi Rp8.500,” tegas Gubernur sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal. ​Melalui konektivitas jalan yang semakin mantap ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap distribusi logistik hasil pertanian dapat berjalan optimal, menekan biaya transportasi, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang dan sekitarnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).
Bandar Lampung

*Jalan Rawa Jitu – Umbul Mesir Dibangun, Distribusi…