Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bandar Lampung

Kaki Lampung : Bongkar Mafia Dalang Proyek di Metro.

74
×

Kaki Lampung : Bongkar Mafia Dalang Proyek di Metro.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Metro,(www.Ampera-News.com)-

Example 300x600

Dugaan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang kembali menerpa lingkungan pemerintahan. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro yang diduga terlibat langsung dalam “menguasai” proyek-proyek pemerintah bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD Tahun 2025). Rabu, 6 mei 2026

Kasus ini mencuat setelah beredarnya dokumen rahasia serta rekaman video yang mengungkap adanya praktik pengondisian ratusan paket pekerjaan, khususnya di dua dinas strategis, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pendidikan Kota Metro.

Skema “Kaplingan” dan Titipan Proyek

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek-proyek tersebut diduga tidak lagi berjalan sesuai mekanisme yang sehat dan berbasis kompetensi. Melainkan, berjalan melalui skema “titipan” yang dikapling untuk kepentingan oknum anggota dewan, hingga pihak-pihak tertentu.

Sudah bukan rahasia lagi bang, titipan para pemain inilah. Padahal semua tau, itu sdh jadi rahasia umum, sudah jadi tradisi, tinggal Kejari Metro, mampu apa gak ungkap ini semua. Tandas MS, kepada jejaring media ini.

Di lingkungan Dinas PU, diduga banyak paket pekerjaan infrastruktur seperti perbaikan jalan dan drainase yang “dipesan” atau dikondisikan melalui celah aspirasi atau Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), namun dieksekusi dengan cara yang diduga melanggar aturan.

Sementara itu, di Dinas Pendidikan, nilai yang terlibat pun tidak main-main. Dalam sebuah pertemuan yang diduga berlangsung, disebutkan bahwa ada nilai anggaran lebih dari Rp 2 Miliar yang dititipkan dan dikondisikan oleh pihak tertentu yang berkaitan dengan legislatif.

Pelanggaran Hukum dan Etika :

Lucky Nurhidayah Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI – Lampung) pun memberikan sorotan tajam terkait hal ini.

Apabila benar, Tindakan ini jelas bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan Pasal 400 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU MD3), anggota DPRD dilarang melakukan pekerjaan yang berkaitan langsung dengan tugas, fungsi, dan wewenangnya, termasuk terlibat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Jika dugaan ini terbukti kebenarannya, maka para pelaku tidak hanya terjerat sanksi etika, tetapi juga potensi pidana korupsi, gratifikasi, hingga penyalahgunaan wewenang yang dapat dipidana sesuai dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. “Ungkap Ketum Kaki Lampung.

Lucky juga meminta agar Kejari Metro, segera bertindak, sigap untuk segera melakukan penyelidikan dan menindaklanjuti informasi ini.

Jadi tantangan nih buat kejari Metro, Isu kan sudah berkembang liar nih, Kejari seharusnya segera melakukan penyelidikan terkait isu ini.

Jika ini terbukti, tindak! Kejari Metro jangan kalah sama mafia. Tegas Lucky Nurhidayah.

Kasus ini kini menjadi buah bibir luas di masyarakat. Publik menuntut agar Inspektorat Daerah Metro, dan Kejari Metro segera turun tangan untuk mengungkap siapa dalang broker proyek ini?

Lucky juga meminta kepada kepolisian Polda Lampung segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam demi mengusut tuntas aliran dana dan memastikan apakah ada kerugian negara akibat praktik “main proyek” ini.

Sementara dilain sisi, belum ada tanggapan apapun yang berhasil diterima redaksi terkait dugaan main proyek anggota DPRD Kota Metro maupun para petinggi lainnya.

(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Jalan Rawa Jitu – Umbul Mesir Dibangun, Distribusi Hasil Pertanian Semakin Lancar* Tulang Bawang —- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengerjaan infrastruktur jalan pada ruas Rawa Jitu – Umbul Mesir, Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (24/6/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target demi mempercepat konektivitas antar daerah. ​Dalam peninjauan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa kondisi jalan sepanjang 5,6 kilometer ini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan beberapa bulan lalu. Saat ini, jalur tersebut sedang dalam tahap pelapisan sebelum nantinya akan ditingkatkan menjadi jalan beton (rigid pavement). ​”Alhamdulillah hari ini sudah mulai baik. Ya, tinggal asphalt, layer concrete setelah itu baru di-rigid. Insyaallah bulan September, paling lama Oktober sudah bisa selesai,” ujar Gubernur di lokasi peninjauan. ​Perbaikan infrastruktur ini terbukti memberikan dampak instan dan masif bagi mobilitas masyarakat sekitar. Berdasarkan laporan kepala deaa setempat, waktu tempuh dari Sumber Agung menuju Aji Mesir yang semula memakan waktu hingga satu jam akibat rusak parah, kini dapat dipangkas secara drastis. ​”Yang tadinya satu jam dari Sumber Agung, Kampung Sumber, sampai Aji Mesir sini, sekarang lima menit sudah nyampe,” ungkapnya kepada Gubernur. Menanggapi hal tersebut, Gubernur menyambut dengan optimis, “Lima menit sudah sampai, ya. Padahal belum di-rigid ini. Belum rigid, ini masih base ini, belum rilis total ini,” ujar Gubernur. ​Selain mempermudah mobilitas, peningkatan kualitas jalan ini memicu geliat ekonomi yang luar biasa di kawasan Tulang Bawang. Harga komoditas tanah di sepanjang koridor jalan dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat. Tidak hanya itu, sektor pertanian yang menjadi penopang utama kawasan tersebut turut merasakan dampak positif berupa kenaikan harga gabah basah di tingkat petani yang kini menyentuh angka Rp7.000 per kilogram. ​Gubernur Mirza menegaskan, pemerintah daerah tidak akan berhenti pada pembangunan jalan saja. Guna memaksimalkan potensi pertanian pasca perbaikan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung berencana mengintegrasikan bantuan teknologi pertanian berupa mesin pengering (dryer). ​”Besok kita kasih dryer, naik lagi jadi Rp8.500,” tegas Gubernur sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal. ​Melalui konektivitas jalan yang semakin mantap ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap distribusi logistik hasil pertanian dapat berjalan optimal, menekan biaya transportasi, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang dan sekitarnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).
Bandar Lampung

*Jalan Rawa Jitu – Umbul Mesir Dibangun, Distribusi…