Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Kementerian ESDM Fokuskan Batu Bara BUMN bagi Proyek DME Kutai Timur

32
×

Kementerian ESDM Fokuskan Batu Bara BUMN bagi Proyek DME Kutai Timur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – (AmperaNews.com) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membidik tambang batu bara yang dikelola oleh badan usaha milik negara (BUMN) menjadi penyedia bahan baku proyek dimethyl ether (DME) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

“Nanti akan dilihat, kalau memang masih ada beberapa konsesi milik BUMN dan relatif belum terpakai, bisa menggunakan itu,” ucap Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat.

Example 300x600

Akan tetapi, bila tidak terdapat BUMN yang bisa menjadi penyedia batu bara untuk proyek DME di Kutai Timur, Kalimantan Timur, maka Erani membuka kemungkinan untuk mencari suplai dari perusahaan batu bara lainnya.

“Intinya, kami memanfaatkan batu bara yang rendah kalori. Itu kan selama ini relatif tidak memiliki nilai ekonomi, tidak bisa dijual, tetapi bisa dimanfaatkan untuk kepentingan DME,” tutur Erani.

Pemerintah membangun proyek hilirisasi batu bara Dimethyl Ether (DME) di Kutai Timur, Kalimantan Timur, sebagai langkah strategis untuk mengurangi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Langkah ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Astacita 2 untuk mencapai swasembada energi.

Tenaga Ahli Sekretariat Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi M. Fadhil Hasan menjelaskan salah satu tantangan utama Indonesia saat ini adalah ketergantungan yang masih tinggi terhadap impor energi fosil.

Proyek DME di Kutai Timur dirancang sebagai solusi konversi LPG demi meningkatkan kemandirian energi. Pemerintah menargetkan substitusi 100 persen LPG ke DME dapat tercapai pada tahun 2040.

Proyek ini menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi Kalimantan Timur, yang saat ini memproduksi 42,8 persen batu bara nasional.

Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi dan Ketahanan Energi telah mengidentifikasi proyek DME sebagai salah satu dari 18 proyek prioritas nasional.

Nilai investasi proyek konversi LPG ke DME tersebut diperkirakan mencapai 10,25 miliar dolar AS, atau setara Rp164 triliun.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *