Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Mahasiswa ITS Ciptakan Paving Anti-Banjir dari Limbah Fly Ash, Solusi Hijau untuk Kota Tahan Air

40
×

Mahasiswa ITS Ciptakan Paving Anti-Banjir dari Limbah Fly Ash, Solusi Hijau untuk Kota Tahan Air

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya – (AmperaNews.com) – Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan paving porous berbasis limbah fly ash sebagai solusi mitigasi banjir dan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Pengerasan dengan permeabilitas rendah yang banyak digunakan di perkotaan tidak mampu mengalirkan air secara efektif, sehingga air hujan tertahan di permukaan,” kata Ketua Tim Penelitian DTIS ITS, Dr Eng Yuyun Tajunnisa ST MT dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.

Example 300x600

Ia menambahkan paving block konvensional memiliki daya serap rendah sehingga berpotensi menimbulkan genangan.

Sebagai solusi, timnya mengembangkan paving porous yang mampu menyerap air secara alami dan ramah lingkungan.

Material ini memanfaatkan limbah pembakaran batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai pengganti sebagian semen, sehingga menekan biaya produksi sekaligus mengurangi emisi karbon.

Penelitian dilakukan melalui pengujian kuat tekan, porositas, dan laju infiltrasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-0691-1996 dan SNI 7752:2012.

Hasilnya menunjukkan kombinasi fly ash dan CaCO₃ menghasilkan paving dengan karakteristik mekanis kuat serta tingkat permeabilitas tinggi.

Dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), penelitian ini dikembangkan hingga tahap hilirisasi dan komersialisasi bersama Departemen Manajemen Bisnis ITS yang mengkaji potensi pasar serta peluang sektor konstruksi berkelanjutan.

Ketua BUMDes Sumberejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Slamet Hariyadi mengapresiasi keterlibatan pihaknya sejak 2023.

“Dampaknya sudah terasa, karena usaha produksi paving di desa kami turut membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan penghasilan warga,” ujarnya.

Selain Yuyun, penelitian ini juga melibatkan Prof Ir Ridho Bayuaji ST MT PhD, Ir Yosi Noviari Wibowo STrT MT, Made Indrayana Supriyatna STrT MT, Kharisma Keysia Paramitha STrT MT, Hazen Masrafat STrT MT, Hendro Nurhadi Dipl Ing PhD, dan Ir Gita Widi Bhawika SST MMT, serta mahasiswa DTIS dan Manajemen Bisnis ITS.

Penelitian ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; poin 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan; serta poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *