Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Menaker Yassierli Ajak Serikat Pekerja BUMN Bersiap Hadapi Dua Tantangan Besar Dunia Kerja

37
×

Menaker Yassierli Ajak Serikat Pekerja BUMN Bersiap Hadapi Dua Tantangan Besar Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA – ( AmperaNews.com ) – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja (SP) khususnya di lingkungan BUMN untuk siap menghadapi dua tantangan besar yang akan memengaruhi dunia kerja di masa depan.

Kedua tantangan besar tersebut, yakni disrupsi akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan tuntutan transformasi menuju industri hijau (green industry). Hal itu disampaikan Menaker Yassierli saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Forum Komunikasi SP Sekar BUMN Tahun 2025 di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Example 300x600

Menurut Yassierli, peran serikat pekerja sangat penting dalam mengawal kedua isu strategis tersebut. “Saya melihat peran serikat pekerja sangat penting untuk mengawal dua isu ini. Semangatnya adalah bagaimana kita bisa menyambut era AI dan transisi energi dengan cara yang adil, inklusif, dan tidak meninggalkan siapa pun,” ujar Menaker Yassierli dalam keterangannya, Selasa (28/10).

Menaker Yassierli menekankan dalam menghadapi perubahan global yang cepat, bangsa Indonesia memiliki tiga DNA sosial utama, yaitu gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat.

Nilai-nilai ini merupakan kekuatan khas bangsa yang dapat menjadi modal besar untuk memperkuat daya saing nasional. “Saya percaya Indonesia memiliki modal sosial yang luar biasa. Gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat adalah DNA bangsa kita yang seharusnya memberi energi untuk kemajuan,” katanya.

Dia menyayangkan nilai-nilai tersebut kini mulai memudar di dunia kerja.Padahal, semangat kebersamaan ini menjadi kekuatan yang pernah membawa bangsa Indonesia tumbuh besar dan mampu menghadapi berbagai persoalan. Lebih lanjut Menaker Yassierli menilai masyarakat Indonesia sesungguhnya sudah terbiasa bekerja lintas fungsi dan membangun solidaritas tim melalui budaya gotong royong.

Karena itu, dia mengajak serikat pekerja agar semangat tersebut dihidupkan kembali untuk menjawab tantangan disrupsi AI dan industri hijau. “Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dikhawatirkan akan membuka peluang bagi tenaga kerja asing mengambil alih peran tenaga kerja dalam negeri. Kita tidak boleh kehilangan kesempatan di negeri sendiri,” jelasnya. Lebih lanjut, Menaker Yassierli menekankan pentingnya transformasi hubungan industrial yang berorientasi pada visi bersama antara manajemen dan serikat pekerja.

Dia menjelaskan transformasi ini akan memperkuat ekosistem hubungan industrial yang berbasis asas kekeluargaan serta berorientasi pada kemajuan bersama. “Kita perlu mendorong perusahaan agar tidak hanya berorientasi ke dalam (inward looking), tetapi juga ke luar (outward looking) untuk mewujudkan cita-cita bersama, yaitu perusahaan maju, masyarakat sekitar tumbuh, dan pelaku usaha di berbagai tingkatan, UMKM maupun supplier ikut berkembang,” ujarnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *