Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Bapanas Pastikan Seluruh Bantuan Pangan Harus Laik Konsumsi

52
×

Bapanas Pastikan Seluruh Bantuan Pangan Harus Laik Konsumsi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – (AmperaNews.com) – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan, seluruh bantuan pangan yang dibagikan kepada masyarakat harus dalam kondisi yang baik dan laik.

Hal itu menyusul temuan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengenai 1.200 ton beras di Gudang Bulog Tabahawa, Maluku Utara yang dinilai tidak laik konsumsi.

Example 300x600

“Intinya kalau beras yang dibagikan ke masyarakat harus bagus, tidak boleh alasan apa pun. Jadi Badan Pangan menugaskan Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan, dan bantuan pangan itu harus bagus,” kata Arief saat ditemui di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan RI, Jakarta, Rabu.

“Badan Pangan menugaskan Bulog untuk melakukan stabilisasi pasokan harga pangan. Berasnya juga harus bagus, tidak boleh ada yang kualitasnya jelek,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, penting bagi Bulog untuk memperhatikan kualitas beras di gudangnya. Kualitas beras pun bisa dijaga melalui proses perawatan dan pengolahan ulang.

“Jadi kalau di gudang itu, pasti ada stok lama, pasti ada stok baru, pasti ada yang perlu di-treatment. Itu di gudang. Tapi kalau sampai ke customer harus bagus. Harus aman (untuk dikonsumsi),” kata dia.

Selain itu, Arief mengatakan, Bapanas juga melakukan pengecekan acak di sejumlah gudang bersama para perwakilan Bulog.

“Gudangnya ada 1.580 sekian gudang. Kita minta kepada direksi Bulog, pimcab (pimpinan cabang), pimwil (pimpinan wilayah) untuk cek di setiap gudangnya,” ujar dia.

Saat disinggung mengapa penyaluran beras yang berumur cukup tua ini cenderung lama untuk dilakukan, Arief menilai alur keluar-masuk barang harus seimbang dan memperhatikan juga waktu panen raya.

Selain itu, saluran-saluran distribusi bahan pangan yang ada juga perlu dioptimalkan. Arief berharap adanya Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih bisa menjadi salah satu saluran utama.

“Kita sebenarnya perlu saluran itu. Perlu saluran infrastruktur yang ada,” ujarnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *