Jakarta – (AmperaNews.com) – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta penguatan sinergi lintas sektor, seperti Kementerian Kesehatan, BPOM, Dinas Pendidikan, dan pemerintah daerah, sebagai langkah pencegahan terjadinya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sinergi lintas sektor sangat penting agar penyebab kasus ini dapat segera diidentifikasi dan dicegah agar tidak terulang di daerah lain,” kata Netty dikutip di Jakarta, Selasa.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dan sekolah dalam mengawasi kualitas makanan. Langkah itu, menurutnya, menjadi bagian penting dari keberhasilan Program MBG.
Selanjutnya Netty mengingatkan kasus keracunan MBG tidak bisa dianggap sebagai masalah kecil karena telah menyebabkan ribuan korban jatuh sakit, bahkan mengalami kerusakan pada tubuhnya.
“Makanan yang menyebabkan orang keracunan atau sakit patut diduga kuat ada kesalahan, ada kelalaian, bahkan dugaan tindak pidana dalam prosesnya,” ucap Netty.
Sejalan dengan itu Netty lalu menekankan pentingnya penguatan standar keamanan pangan dalam setiap tahapan MBG, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi di sekolah.
“Prosedur keamanan dan higienitas harus menjadi prioritas, agar setiap anak mendapat jaminan makanan yang sehat dan aman,” katanya.
Meskipun masih terdapat sejumlah masalah dalam implementasi MBG, Netty menyatakan tetap mendukung keberlanjutan program tersebut dengan perbaikan yang lebih sistematis.
“Mari, kita jadikan insiden ini sebagai momentum untuk memperkuat kualitas pelaksanaan MBG sehingga benar-benar menjadi instrumen peningkatan gizi dan kesehatan anak bangsa,” ujarnya.


















