Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Palangka Raya Petakan Lahan SPPG di Bantaran Sungai untuk Dorong Ekonomi Warga

40
×

Palangka Raya Petakan Lahan SPPG di Bantaran Sungai untuk Dorong Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Palangka Raya – (AmperaNews.com) – Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pendataan lahan yang digunakan untuk lokasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sebagai bentuk dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan bantaran sungai.

“Pembangunan SPPG di wilayah bantaran sungai harus memperhatikan aspek keterjangkauan serta pemberdayaan masyarakat setempat, terutama untuk anak-anak kita yang bersekolah di kawasan bantaran sungai,” kata Pj Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak di Palangka Raya, Selasa.

Example 300x600

Jangan sampai satuan layanan pemenuhan gizi yang dibangun tidak berjalan optimal, karena lokasinya terlalu jauh dan sulit dijangkau.

“Untuk itu, prinsipnya kita dorong pembentukan SPPG baru tetap memegang aturan yang berlaku tanpa mengabaikan potensi lokal dan kondisi di lapangan,” kata Arbert.

Sampai saat ini pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah itu didukung 15 SPPG.

“Saat ini di seluruh wilayah Kota Palangka Raya telah terbentuk 15 SPPG dari target 20 satuan pelayanan pemenuhan gizi,” katanya.

Artinya, lanjut dia, Pemerintah Kota Palangka Raya perlu tambahan lima lagi agar target terpenuhi. Pihaknya juga terus berupaya memaksimalkan sumber daya lokal dalam mendukung penyelenggaraan SPPG yang ditargetkan.

Dia mengatakan sampai saat ini 42 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan telah menikmati atau tersentuh program nasional MBG.

“Dari target penerima MBG di Kota Palangka Raya yang mencapai 75.117 siswa, sampai saat ini tercatat sekitar 42 ribu sasaran telah tersentuh program ini,” katanya.

Dia menambahkan program tersebut akan terus diperluas secara bertahap, sehingga nantinya seluruh sasaran MBG menikmati program nasional tersebut.

Meski demikian, Arbert menyoroti persoalan distribusi makanan bergizi di wilayah bantaran sungai. Sebab, jumlah siswa di kawasan tersebut tidak memenuhi syarat minimal 1.000 hingga 3.000 orang.

“Kami bersama camat, lurah, dan PKK setempat akan mencari solusi agar anak-anak sekolah di bantaran sungai tetap bisa menikmati layanan MBG,” katanya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *