Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bandar Lampung

Pemprov Lampung Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

3
×

Pemprov Lampung Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Bandar Lampung,(www.Ampera-News.com)-

Example 300x600

Pemerintah Provinsi Lampung terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk informasi mengenai sebaran abu vulkanik yang telah terlaporkan di sejumlah wilayah, antara lain Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat.

Berdasarkan keterangan Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, saat ini tidak terdapat potensi tsunami. Hal tersebut antara lain karena ketinggian Gunung Anak Krakatau saat ini sekitar 157 meter, jauh lebih rendah dibandingkan kondisi pada 2018 yang mencapai sekitar 390 meter saat terjadi tsunami.

Pemprov Lampung memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan bersumber dari instansi resmi yang memiliki kewenangan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menggunakan masker, terutama apabila terdapat paparan abu vulkanik di lingkungan sekitar. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun potensi sebaran abu vulkanik akan terus dipantau dan disampaikan berdasarkan data serta informasi resmi dari instansi teknis terkait.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Johan Lius, mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan melakukan langkah perlindungan diri apabila terdapat paparan abu vulkanik di lingkungan sekitar.

“Yang paling penting masyarakat tetap tenang dan melakukan langkah-langkah sederhana untuk melindungi kesehatan. Jika abu vulkanik terpantau di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila harus beraktivitas di luar, gunakan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai,” ujar dr. Johan Lius.

Ia menjelaskan, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Apabila abu vulkanik masuk ke dalam rumah, pintu, jendela, dan ventilasi dapat ditutup sementara untuk mengurangi masuknya abu.

Sementara itu, abu yang menempel pada permukaan sebaiknya dibersihkan menggunakan air. Pembersihan dalam kondisi basah dapat membantu mengurangi abu kembali beterbangan dan terhirup.

“Bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan atau iritasi, segera mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat. Kami juga terus berkoordinasi dengan jajaran kesehatan di daerah untuk memantau kondisi masyarakat,” katanya.

*Masyarakat Diminta Mengacu Informasi Resmi*

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menegaskan pentingnya masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi agar perkembangan situasi dapat dipahami secara tepat.

“Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan pemantauan dan koordinasi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah,” ujar Ganjar.

Menurutnya, informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk arah dan potensi sebaran abu vulkanik, perlu mengacu pada data dan keterangan dari instansi yang memiliki kewenangan teknis.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, khususnya mengenai arah sebaran abu maupun perkembangan aktivitas gunung api yang belum mendapatkan konfirmasi dari instansi berwenang. Dengan informasi yang akurat, masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat tanpa menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu,” jelasnya.

Ganjar menambahkan, jajaran Pemprov Lampung melalui perangkat daerah terkait akan terus memperbarui informasi sesuai perkembangan di lapangan.

“Prinsipnya, pemerintah hadir untuk memastikan informasi, koordinasi, dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap mengikuti arahan petugas dan menggunakan masker apabila terjadi paparan abu vulkanik,” katanya.

*Pemantauan dan Kesiapsiagaan Terus Dilakukan*

Di sisi lain, BPBD Provinsi Lampung bersama Pusdalops PB Provinsi Lampung terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan kondisi di wilayah yang dilaporkan mengalami paparan abu vulkanik.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila terjadi paparan abu vulkanik. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat dapat menggunakan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan kebutuhan penting dan obat-obatan pribadi tersedia sebagai bagian dari kesiapsiagaan keluarga.

Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan berdasarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Apabila terdapat perubahan kondisi di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengikuti arahan dari petugas maupun pemerintah daerah setempat.

Untuk memperoleh informasi teknis mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta merujuk pada informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BPBD Provinsi Lampung, serta pemerintah daerah setempat.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa pemantauan, koordinasi, dan penyampaian informasi kepada masyarakat akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi.

“Pemprov Lampung terus memantau perkembangan kondisi dan memastikan koordinasi berjalan dengan baik. Masyarakat diminta tetap tenang, menggunakan masker apabila terdapat paparan abu vulkanik, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah,” tutup Ganjar.(Pemerintah Provinsi Lampung).

“Hrn’”

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *