RSMH Perkenalkan Alat Pacu Jantung Permanen Tanpa Kabel


crew
18 Jan 2019, 19:58:28 WIB
RSMH Perkenalkan Alat Pacu Jantung Permanen Tanpa Kabel

AmperanewsPalembang - RSUP dr. Mohammad Husein (RSMH)  memperkenalkan inovasi baru alat pacu jantung tanpa kabel atau leadless pacemaker untuk pertama kalinya di Palembang Jum’at, (18/01/19).

RSMH merupakan RS pemerintah kedua di Indonesia yang melakukan tindakan pemasangan leadless pacemaker kepada pasien penyakit jantung.

Direktur utama RSMH Dr. M. Syahril Mansyur mengatakan ada lima rujukan nasional unggulan di RSMH, yaitu layanan jantung dan saraf terpadu, onkologi terpadu, bedah minimal invasif, transplantasi ginjal, dan bayi tabung.

“Untuk rujukan nasional unggulan layanan jantung dan syaraf terpadu ini melalui dr. Alexander Edo Tondas, Sp.JP dan dibimbing oleh dr. Dicky A Hanafi Sp.Jp (K) dari RS Harapan Kita Jakarta,” ujarnya.

dr. Alexander Edo Tondas, Sp.JP menjelaskan, Leadless Pacemaker atau disebut juga Micra memiliki ukuran 25,9 mm dan berat 2 gram, berbentuk seperti kapsul vitamin berfungsi sebagai generator dan penghantar listrik ke otot jantung.

“Alat pacu ini adalah yang terkecil di dunia untuk saat ini, gunanya untuk memberikan stimulus listrik sehingga membantu denyut nadi yang lambat," ujarnya.

Dalam prosesnya, alat bernama micra ini dipasang ke dalam jantung melalui pembuluh darah vena dan ditanam pada bilik kanan jantung secara transcateter dengan floroskopi yang dimulai dari pangkal paha pasien.

Selanjutnya, secara perlahan Micra akan menyeimbangkan detak jantung melalui hantaran listrik tersebut dan dapat bertahan dengan baterai selama 12 tahun di dalam jantung.

“Tindakan ini tidak menghasilkan irisan, sayatan, benjolan seperti yang biasanya terjadi pada pemasangan alat pacu jantung konvensional, mungkin hanya luka kecil di paha,” tambahnya.

Sementara itu dr. Dicky A Hanafi SpJP (K) mengatakan alat pacu jantung permanen tanpa kabel ini keberhasilannya mencapai 99,2 persen. Jika dibandingkan dengan alat pacu jantung konvensional yang memiliki komplikasi mencapai 7,4 persen, alat ini hanya 4 persen.

“Sampai saat ini, sudah ada 30 alat dipasang dan belum ada kegagalan,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, saat ini leadless pacemaker belum ditanggung oleh BPJS, sehingga biayanya berkisar hingga 250 juta. Alat ini juga dianjurkan untuk usia 60 tahun ke atas.

“Untuk pemakaiannya maksimal boleh tiga kali. Pasien jangan terlalu dekat dengan medan elektromagnetik seperti sutet. Dan saat memakai handphone agak dijauhkan posisinya dari jantung,” jelasnya.

Teks : Syarifah
Editor : Anisa




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook