Pesona Tari Adat Palembang


crew
02 Agu 2018, 16:14:34 WIB
Pesona Tari Adat Palembang

Keterangan Gambar : keangguna penari trasional palembang (musiktari.blogsport.com)


Palebang--Palembang adalah salah satu kota yang ada diindonesia yang terletak dibagian sumatra pulau sumatera. Kota palembang terkenal dengan berbagai macam kuliner pempek, bahkan setiap orang yang datang kepalembang baik turis lokal maupun turis asing tidak abdol kalau belum makan pempek.

Tidak hanya terkenal dengan pempek, kota palembang juga banyak memiliki berbagai macam seni dan kebudayaan seperti adat istiadat, rumah adat, pakaian, dan jenis tari-tarian palembang.

Ada beberapa jenis tari-tarian yang berkembang di kota palembang dan sudah menjadi ciri khas kota palembang.

  1. Tari Tanggai

Tari tangai sering kali dibawahkan pada saat penyambutan tamu tamu resmi, maupun dalam acara pernikahan. Tari tanggai menggambarkan keramahan, dan rasa hormat masyarakat Palembang atas kehadiran sang tamu dan dalam tari ini tersirat sebuah makna ucapan selamat datang dari orang yang mempunyai acara kepada para tamu. Umumnya tari ini dibawakan oleh lima orang dengan memakai pakaian khas daerah seperti kaian songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga.   Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai, busana khas daerah dan para penari anggun dengan busana khas daerah. Duluhnya pakaian tari tanggai menggunakan dodotan (kilahatan dada) namun dengan perkembangan zaman pakaian ini agak mulai tertutup dengan menggunakan baju kurung khas palembang, tampa menggurangi ciri khas, pernak pernik tari tanggai, penaripun masih tetap anggun dan gemulai.

  1. Tari Gending sriwijaya

Tari gending sriwijayai digelar untuk menyambut para tamu istimewa yang bekunjung ke daerah tersebut, seperti kepala negara Republik Indonesia, menteri kabinet, kepala negara / pemerintahan negara sahabat, duta-duta besar atau yang dianggap setara dengan itu.Untuk menyambut para tamu agung itu digelar suatu tarian tradisional yang salah satunya adalah Gending Sriwijaya, tarian ini berasal dari masa kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di Kota Palembang yang mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu yang istimewa itu.Tarian Gending Sriwijaya digelarkan 9 penari muda dan cantik-cantik yang berbusana Adat Aesan Gede, Selendang Mantri, paksangkong, Dodot dan Tanggai. Mereka merupakan penari inti yang dikawal dua penari lainnya membawa payung dan tombak. Sedang di belakang sekali adalah penyanyi Gending Sriwijaya. Namun saat ini peran penyanyi dan musik pengiring ini sudah lebih banyak digantikan tape recorder. Dalam bentuk aslinya musik pengiring ini terdiri dari gamelan dan gong. Sedang peran pengawal kadang-kadang ditiadakan, terutama apabila tarian itu dipertunjukkan dalam gedung atau panggung tertutup. Penari paling depan membawa tepak sebagai Sekapur Sirih untuk dipersembahkan kepada tamu istimewa yang datang, diiringi dua penari yang membawa pridon terbuat dari kuningan. Persembahan Sekapur Sirih ini menurut aslinya hanya dilakukan oleh putri raja, sultan, atau bangsawan. Pembawa pridon biasanya adalah sahabat akrab atau inang pengasuh sang putri. Demikianlah pula penari-penari lainnya.

  1. Tari pagar pengantin

Tari pangar pengan merupakan tari mengakhiri  masa lajang bagi sang pengantin wanita. Tarian Pagar Pengantin khas pernikahan adat palembang ini dimulai dengan para penari wanita yang berjumlah 5, atau 7 orang menarik sang mempelai wanita dihadapan mempelai pria. Kemudian sang mempelai wanita akan berdiri diatas dulang, yaitu sebuah nampan besar. Gerakan tarian yang dilakukan diatas dulang ini menyimbolkan bahwa kelak sang istri mempunyai ruang gerak terbatas karena sudah menikah. Tarian pagar pengantin yang dilakukan oleh mempelai wanita disaksikan langsung oleh sang pengantin pria dihadapannya, hal ini menandakan sang pria siap menjaga sang istri. Tarian ini  selalu menjadi daya tarik bagi para tamu undangan yang datang, karena selain gerakan tariannya yang menarik, tarian ini juga dilakukan langsung oleh sang mempelai wanita dihadapan seluruh tamu undangan. Dengan baju pengantin khas palembang yang cantik, sang mempelai wanita tampil memesona dihadapan para tamu undangan.

 

  1. Tari Tepak Keraton

Tari tepak kerato mungkin masih asing ditelingga ada  karna tarian ini tidak setenar tarian tanggai dan gending sriwijaya. tarian ini juga sama seperti tari tanggai dan gending sriwijaya untuk peyambutan tamu, Tari Tepak Keraton diciptakan oleh Hj. Anna Kumari pada tahun 1966 selaku pimpinan Tim Kesenian Inmindam IV/Sriwijaya.  Tari Tepak Keraton merupakan tari adat yang diciptakan khusus untuk menyambut kedatangan para pembesar/tamu agung yang berkunjung ke Kota Palembang. Tari Tepak Keraton saat ini sering dibawakan pada saat penyambutan tamu, acara-acara resmi dan resepsi pernikahan. Tari Tepak Keraton dibawakan oleh penari dengan jumlah 7 orang ang terdiri dari penari pertama disebut primadona/pembawa, dua penari berikut pembawa peridon, empat penari lainnya memakai tanggai saja, sat orang pembawa payung kemba, satu orang pembawa tombak berambut dan satu orang yang berperan sebagai pemain pencak keraton. Ciri khas Tari Tepak Keraton ditinjau dari struktur graknya yaitu diilhami dari Pencak Keraton Palembang Asli peninggalan Sultan Mahmud Badaruddin II zaman Kesultanan Palembang Darussalam. Alat pengiring musik pengiring yang digunakan dalam Tari Tepak Keraton versi Anna Kumari adalah Acordion, Biola, Saksopone, Gong, Gendang Melayu, Ketepung, Ning Nong dan Seruling.  Busana yang digunakan Tari Tepak Keraton sesuai dengan kondisi dan situasi, misal untuk acara resepsi pernikahan penari Tepak Keraton menggunakan Asean Pak Sangkong yang digunakan penari pertama yang membawa tepak dan dua orang penari membawa peridon, empat orang penari lainnya memakai Aesan Gandik. (nw)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook