Perempuan yang Rahimnya Penuh Ar-Rahim


Amperanewscom
09 Jan 2019, 09:38:19 WIB
Perempuan yang Rahimnya Penuh Ar-Rahim

Keterangan Gambar : Ilustrasi


Berapa masa lagi kita bisa saling membersamai, Bu?

Penta,heksa, okta, nona, deka.
Kata orang, hidrokarbon tak akan jadi merah-merah jika tak disenyawai ilmuwan ramah.
Mereka bilang pun, ilmuwan berjasa sekali masa itu.
Tapi bagiku, kau lebih berjasa, Bu.
Diperantarai Tuhan untuk menyawaiku sebagai bayi merah
dua puluh tahun silam

Malaikat-malaikat bilang, setiap manusia akan pulang.
Tugas menjemput tak boleh diabaikan, katanya.
Lalu aku menangis. 
Barangkali takut oleh perjanjian hidup, atau
takut jika kasih ibu nanti tak lagi membersamai?

Bu, dalam rahimmu yang penuh Ar-Rahim, aku memulai perjalanan ini.
Sampaikanlah aku yang tenggelam dalam riak cinta paling dalam.
Tapi sungguh, tenggelam ke dalammu adalah satu kesukaan, 
yang paling menyenangkan

Terimakasih, ibu yang terkasih.
Sampai nanti kita tak lagi bisa saling membersamai.
Kulangitkan terus doa-doa tak berujung untukmu.
Sampai kita tiba di kampung halaman yang abadi
agar kita bisa saling bersua sampai bila-bila.

Oleh: Nisa Fauzania




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Iklan Business

STATISTIK PENGUNJUNG

  • User Online 5

  • Today Visitor 379

  • Hits hari ini 742

  • Total pengunjung 125184

  • IP Anda 3.231.228.109