Penyakit Campak dan Rubella Serta Pentingnya Sosialisasi Imunisasi MR


AmperaNews
27 Jun 2018, 19:35:16 WIB
Penyakit Campak dan Rubella Serta Pentingnya Sosialisasi Imunisasi MR

Keterangan Gambar : Dinkes Kota Palembang


Oleh : Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang (Dr. Letizia, M. Kes)

 

Penyakit Campak dan Rubella adalah penyakit menular melalui saluran napas (batuk dan bersin) yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi penyakit ini atau belum pernah mengalami sakit ini, berisiko tinggi tertular. Penyakit ini berbahaya, dimana Campak/ M easles menyebabkan komplikasi serius berupa radang paru (Pneumonia), radang otak (Ensefalitis), kebutaan, diare dan gizi buruk bahkan kematian. Sementara itu, penyakit Rubella berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan diantaranya mengalami kelainan jantung, kelainan mata (katarak kongenital), tuli, keterlambatan perkembangan dan kerusakan jaringan/otak yang dikenal dengan sindrom Rubella kongenital ( C o n g e nit al R u b ella S y n d r o m e /CRS). Kedua penyakit ini belum ada obatnya, tetapi dapat dicegah.

Penyakit Campak dan Rubella ada di sekitar kita. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang, pada tahun 2017 dilaporkan sebanyak 558 kasus klinis penyakit Campak. Dari kasus tersebut, sebanyak 96 kasus dilakukan pemeriksaan darah yang dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta, untuk mengetahui antibodi spesifik terhadap virus penyebab penyakit Campak dan Rubella. Dari hasil pemeriksaan didapatkan, sebanyak 40% menunjukkan terinfeksi virus Rubella, dan 9% menunjukkan terinfeksi virus penyakit Campak.

Imunisasi adalah cara paling efektif mencegah penularan berbagai penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan dan kematian, seperti Difteri, Polio, Tuberkulosis, Hepatitis, termasuk penyakit Campak dan Rubella. Imunisasi MR mulai menjadi program imunisasi di Indonesia sejak tahun 2017, tahap pertama diberikan secara massal melalui kampanye imunisasi MR di Pulau Jawa. Tujuan kampanye imunisasi MR untuk memberantas penyakit Campak dan Rubella sampai tidak terjadi lagi penularan (eliminasi). Kampanye Imunisasi MR menggunakan vaksin Measles Rubella (MR) merupakan kombinasi vaksin Campak/Measleas (M) dan Rubella (R), sehingga satu vaksin ampuh mencegah penularan 2 penyakit sekaligus, yaitu penyakit Campak dan Rubella. Vaksin MR aman dan telah digunakan di lebih 141 negara di dunia. Vaksin ini direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 

Tidak ada efek samping dalam imunisasi ini. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi seperti demam tinggi, kejang dan pembengkakan. Yang perlu diperhatikan pada orang tua adalah pastikan anak sudah makan sebelum penyuntikan, dan pemberian imunisasi ditunda jika anak sedang mengalami demam, batuk pilek dan diare. Selain itu, imunisasi ini tidak boleh diberikan pada individu yang sedang dalam terapi kortikosteroid, imunosupresan dan radioterapi; wanita hamil; leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya; kelainan fungsi ginjal berat; gagal jantung; setelah pemberian gamma globulin atau transfusi darah dan adanya riwayat alergi terhadap komponen vaksin.

Sasaran pemberian imunisasi MR selama masa kampanye adalah semua anak-anak mulai usia 9 bulan sampai 15 tahun tanpa melihat status imunisasi Campak/MMR sebelumnya atau telah terkena penyakit Campak sebelumnya. Lokasi pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR pada bulan Agustus 2018 difokuskan pada semua sekolah mulai dari TK/TPA/PAUD, SD/MI/SDLB, SMP/MTS/SMPLB. Sedangkan pada bulan September 2018 difokuskan di luar sekolah diantaranya semua posyandu, panti asuhan dan lokasi lainnya. Selain di sekolah dan posyandu, Kampanye Imunisasi MR juga dilaksanakan di fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas dan jejaringnya, selain itu juga diberikan klinik, RS, Dokter maupun Bidan Praktek Mandiri yang bekerja sama dengan Puskesmas. 

Imunisasi adalah hak anak yang dilindungi oleh Undang-undang Kesehatan dan UU Perlindungan Anak. Imunisasi MR, seperti imunisasi dasar dan rutin lainnya masuk dalam imunisasi program yang bersifat wajib, dibiayai oleh pemerintah, diberikan secara cuma-cuma (gratis) untuk menjamin agar semua anak mendapatkan haknya, terlindung dari perbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Kerjasama dan dukungan dari semua pihak termasuk organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK di tiap tingkatan, media massa dan swasta sangat dibutuhkan untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan imunisasi massal Campak dan Rubella pada bulan

Agustus-September 2018 di Kota Palembang. Fatwa MUI no. 4 tahun 2016 menyatakan bahwa imunisasi dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya penyakit tertentu. Dalam kondisi jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

UNICEF dan WHO mendukung penuh upaya pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan imunisasi massal Campak dan Rubella serta keberhasilan pelaksanaan imunisasi dasar dan rutin bagi anak-anak di Indonesia umumnya dan kota Palembang khususnya. 

Untuk mencapai tujuan eliminasi Penyakit Campak dan Rubella di Kota Palembang maka 95% sasaran dari 318.011 anak usia 9 bulan-<15 tahun  yang ada harus mendapatkan imunisasi MR. Capaian 95% merupakan syarat mutlak terbentuknya kekebalan kolektif, dan harus merata di semua wilayah Kota Palembang, sehingga tidak terbentuk “ pockets of unimmunized ”, yang menjadi inang ( host ) bagi virus dan menjadi bom waktu menyebarkan virus ke anak lainnya, selain itu tidak ada kampanye imunisasi MR ulangan sebelum tahun 2020. Pastikan anak anda mendapatkan imunisasi MR pada bulan Agustus- September 2018 di pos pelayanan imunisasi terdekat.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook