Pandangan Islam Perihal Gempa Bumi Lombok


crew
06 Agu 2018, 08:07:17 WIB
Pandangan Islam Perihal Gempa Bumi Lombok

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu tentang kebaikan yang terjadi, kebaikan di dalamnya kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan bersamaan dengan kejadian ini, Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan di dalamnya serta aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engaku kirimkan

Dalam perspektif Islam gempa merupakan suatu peristiwa alam yang terjadi dan telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, kapan dan dimana kejadian tersebut sudah diketahui oleh-Nya secara detail. Demikian pula gempa bumi yang terjadi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Minggu pagi (29/7/2018) dengan kekuatan 6,4 SR.

 

Ratusan gempa susulan terus terjadi hingga dirasakan guncangan gempa yang paling kencang pada Minggu malam (5/8/2018) pukul 18.46 WIB dengan kekuatan 7,0 Skala Richter (SR).

Titik gempa berada di 8.37 Lintang Selatan - 116.48 Bujur Timur tepatnya 18 kilometer barat laut Lombok Timur, NTB dengan kedalaman 15 kilometer dan berpotensi tsunami.

 

Guncangan sangat keras dirasakan di kota Mataram sedang gempa kuat ini juga dirasakan oleh masyarakat Lombok, Sumbawa, Pulau Bali hingga Jawa Timur bagian Timur.

 

Dilansir dari website resmi BMKG, hingga Senin pagi (6/8/2018) gempa susulan masih terus terjadi, terakhir update pukul  07.28 WIB pagi ini gempa terjadi dengan kekuatan 5,4 SR dirasakan masyarakat kota Mataram pada titik gempa berada di 8.46 Lintang Selatan – 116.20 Bujur Timur, 12 kilometer barat daya Lombok Utara, NTB dengan kedalaman 10 km. Sebelumnya pada Minggu malam usai gempa dengan kekuatan 7 SR, gempa susulan terus terjadi hingga puluhan kali namun dengan magnitudo yang jauh lebih kecil.

Masyarakat dihimbau agar terus waspada, sementara itu BMKG terus memantau perkembangan gempa dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta.

 

Menyikapi gempa yang terus menerus terjadi di wilayah Lombok, NTB beberapa pekan ini seharusnya mengingatkan kita, bahwa sekali lagi, rotasi kehidupan dan apa yang akan terjadi sepenuhnya menjadi pengetahuan Allah Subhanahu wa ta’ala, yakinlah bahwa dibalik suatu peristiwa pasti ada hikmahnya, begitu pula dengan apa yang melanda negeri kita.

 

Musibah dan bencana yang adalah bentuk peringatan kepada umat manusia agar semakin takut dan semakin bertaqwa kepada-Nya. Tidak sombong dan tidak pula angkuh terhadap negerinya.

 

Imam Bukhari telah meriwa­yatkan dalam kitab shahihnya dari Jabir bin ‘Abdillah dari Nabi bahwasanya beliau telah berkata, ketika turun firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Katakanlah: Dialah (Allah) yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian. Berkata Rasulullah (artinya): (ya Allah) aku berlindung dengan wajah Engkau.”

 

Berlindunglah hanya kepada Allah, apapun bentuk bencananya, Allah Subhanahu wa ta’ala yang mengaturnya. Tugas kita adalah sabar dan tawaqal berserahkan diri kepada Allah, sebagai hamba-Nya kita hanyalah makhluk yang lemah dan senantiasa harus selalu berharap, bahwa kita merasa yakin, ujian dan cobaan adalah cara terbaik Allah Subhanahu wa ta’ala menjadikan diri kita sebagai umat yang kuat.

Selain itu istighfar dan taubat memohon ampunan kepada Allah terhadap dosa-dosa yang telah kita perbuat. Kita semua pendosa, maka perbanyaklah istighfar semoga Allah merahmati hidup kita, Aamiin.

Semoga Allah melindungi saudara-saudara kita yang ada di Lombok dan sekitarnya.(EPP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook