Palembang Layak Belajar Mengatasi Banjir Ke Kota Venesia Italia


Amperanewscom
13 Jan 2019, 18:23:04 WIB
Palembang Layak Belajar Mengatasi Banjir Ke Kota Venesia Italia

Keterangan Gambar : Kota Venesia, Italia


Palembang, AmperaNews.com--  Wilayah Sumatera Selatan terdiri dari dataran tinggi dan rendah yang areanya dikelilingi hutan dan rawa. Dengan kondisi geografis tersebut, maka Provinsi yang terdiri dari 17 Kabupaten dan Kota tersebut rawan bencana kebakaran hutan dan lahan, banjir, serta longsor. 

Palembang yang terkenal dengan julukan Kota seribu sungai, kini menjelma menjadi Kota yang dihantui genangan air. Hujan sebentar saja sudah banjir di daerah yang rendah. Kompleks masalah banjir, jika dibandingkan dengan Venesia yang merupakan ibu kota regione Veneto, Provinsi Venesia di Italia  yang bisa mengendalikan daerahnya dari banjir meski dikelilingi sungai, secara logika Palembang pun harusnya bisa.

Melihat kondisi banjir saat ini, tim AmperaNews meminta pendapat salah satu sejarawan, Minggu, (13/01/19) untuk mengkaji penyebab banjir ditinjau dari aspek sejarah Kota. 

"Memang sebelum zaman kolonial Belanda Kota Palembang ini di belah oleh ratusan anak sungai musi, kebanyakan sudah ditimbun dan didam guna kepentingan pembangunan insprastruktur dan kelancaran transportasi. Namun seiring dengan kemajuan zaman dan pembangunan Kota selanjutnya yang tanpa memikirkan aspek sejarah itulah maka Palembang rentan banjir, dari tahun ke tahunnya. Karena tata Kota tidak memperhitungkan daya tampung curah hujan dengan cara memperbesar selokan, membudayakan buang sampah tidak ke dam atau selokan dan seterusnya," ujar Otoman, sejarawan sekaligus Dosen UIN Raden Fatah.

Selain itu, saat ini eksploitasi alam semakin meluas, manusia tidak bersahabat lagi dengan alam,  kurang penghijauan dan sudah banyak beton-beton hingga resapan air kurang alih fungsi dan pada akhirnya daerah resapan jadi hunian.

"Sebenarnya pada masa penjajahan Belanda sudah banjir, dan memang Palembang sejak dulu sudah banjir karena daerah pasang surut, harus dipahami bahwa ada siklus pasang surut ketika air naik maka tergenang, ketika air surut dia akan turun,” papar Kemas Ari Panji, salah satu Dosen UIN Raden Fatah.

Teks : Rani

Editor: Arif




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Iklan Business

STATISTIK PENGUNJUNG

  • User Online 5

  • Today Visitor 384

  • Hits hari ini 777

  • Total pengunjung 125189

  • IP Anda 3.231.228.109