Menunda Sama Halnya Merencanakan Kegagalan


crew
09 Feb 2019, 15:23:34 WIB
Menunda Sama Halnya Merencanakan Kegagalan

 

Amperanews.com-- Menunda-nunda pekerjaan atau apapun itu merupakan salah satu cara ampuh untuk menjauhi kesuksesan? Benarkah?

Pada umumnya, setiap individu pasti mencari cara atau tips menuju kesuksesan, namun tak jarang dalam proses pencarian itu individu tersebut tanpa sadar perlahan menjauhi kesuksesan yang sedang ia inginkan tersebut. 


Ukuran kesuksesan tiap individu pastinya berbeda-beda, yaa ini tergantung dari mindset dan pola pikir kita masing-masing. ada yang bisa menjadi sarjana strata I ia menilai dirinya telah sukses, ada yang ketika bisa bekerja di perusahaan ternama dengan gaji yang besar itu baru namanya sukses, ada yang harus mendapatkan gelar magister atau doktor baru ia bisa sukses, dan ada yang hanya lulusan sma dengan bisnis yang biasa saja itu juga sukses. 

Sekali lagi itu tergantung dari diri kita secara pribadi, dan ini merupalan hal umum yang sering kali dibahas, menjadi komsumsi perbincangan yang sangat biasa. kali ini tim Amperanews akan membahas hal yang seringkali dilupakan, bahkan menjadi sesuatu yang membahayakan namun tersembunyi dengan rapi, yaitu penyebab fatal kegagalan untuk sukses. 


Pekerjaan apapun itu sekecil apapun itu jika ditunda karena alasan yang kuat adalah suatu proses penundaan. Psychologytoday.com melaporkan bahwa menurut Prof. Joseph Ferari salah satu professor di De Paul university di Chicago, 20% penduduk amerika serikat yang terkenal dengan manajemen waktu yang baik diidentifikasikan sebagai penunda kelas berat.

Menunda-nunda bukanlah suatu bakat atau keturunan yang diwariskan dari orang tua, tapi terlebih kepada suatu kebiasaan yang dibentuk sendiri oleh setiap individu, tapi keluarga dan orang sekitar memberikan kontribusi besar dalam pembentukan sifat ini didalam diri kita.

Orang yang memiliki kebiasaan buruk ini biasanya memberikan alasan “saya tidak ada mood untuk melakukan ini sekarang” atau “saya akan bekerja sangat baik saat mendekati dead line” atau “saya bekerja sangat baik jika ada tekanan dari luar”.

Apakah Anda pernah mendengar kata-kata ini di pikiran Anda?,Jika iya, maka Anda termasuk kategori orang yang memiliki kebiasaan buruk ini, yang tentunya harus dibuang jauh-jauh.  Dr.Ferarri mengakatan terdapat tiga jenis tipe kebiasaan ini:

1. Tipe terburu-buru

Tipe ini adalah yang suka bekerja diujung waktu dan beralasan kalau akan bekerja baik saat di ujung waktu. Tapi pada faktanya, bekerja di akhir waktu akan menghasilkan kerja yang asal-asalan dan banyak kesalahan. Suatu pekerjaan bisa menghasilkan hasil yang bagus jika kita melakukan pengecekan ulang. Hasil yang maksimal juga tidak bisa kita dapatkan pada saat kita bekerja dalam keadaan terburu-buru.

2. Tipe penghindar

Tipe ini suka menunda pekerjaankarena takut akan kegagalan atau bahkan takut akan kesuksesan. Biasanya tipe seperti ini sangat takut untuk dinilai oleh orang lain. Mereka takut jika orang melihat diri mereka gagal.Pada faktanya, kegagalan yang sebenarnya adalah pada saat kita tidak mencoba atau berhenti mencoba.

3. Tipe penunda keputusan

Tipe yang seperti ini menunda-nunda dalam mengambil keputusan karena takut resiko yang akan didapat dari hasilk keputusan ini.

DR. Marcia Eckerd melalui psychology.com memberikan beberapa tips untuk menyembuhkan kebiasan buruk ini:

Buatlah deadline yang realistis. Cobalah untuk menyelesaikan target-target pada deadline ini.  Setiap kali diri anda mulai memberikan banyak alasan-alasan lagi, coba tepislah alasan-alasan itu dan bekerjalah sekarang.

Mulailah berolahraga secara rutin. Penundaan juga disebabkan kurang segarnya badan yang menyebabkan kita merasa mengantuk dan malas untuk bergerak. Dengan olahraga,  metabolisme badan akan meningkat dan badan terasa lebih segar untuk bekerja.

 

Pecahkan tugas-tugas besar anda menjadi tugas-tugas kecil dan berikan hadiah pada diri anda setiap anda menyelesaikan tugas-tugas kecil itu. Jangan memberikan hadiah pada diri anda sebelum tugas dikerjakan atau sebelum tugas selesai.
Bekerjalah ditempat yang jauh dari gangguan. Jika perlu matikan koneksi internet, tv dan hal-hal lain yang bisa mengganggu konsentrasi anda
Lihat lagi target-target anda dan buang target-target yang kurang penting. Karena daftar target-target yang banyak sering membuat diri anda takut dan menjadikan anda pesimis sebelum memulai tugas.
Motivasi diri anda bahwa anda mau berubah, bahwa anda bisa mengerjakan tugas ini dan bahwa tugas ini mudah.

Persiapkan alat-alat penunjang tugas anda selengkap mungkin sebelum anda mengerjakan tugas anda. Hal ini untuk menghindar dari terpecahnya focus anda.
Atur waktu minimal 30 menit untuk duduk dan merencanakan tugas anda seefektif mungkin, sebelum anda mulai mengerjakan tugas.

Atur waktu yang paling efektif untuk bekerja. Kebanyakan orang akan bekerja sangat bagus pada saat pagi hari, hal ini dikarenakan badan masih kuat setelah beristirahat semalaman. Sehingga pikiranpun bisa berkonsentrasi penuh.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook