Mengenal Bipolar dan Ragam Gejalanya


crew
29 Jan 2019, 14:21:08 WIB
Mengenal Bipolar dan Ragam Gejalanya

Amperanews-- Pernahkah Anda menemui seseorang dengan kondisi susasana hati yang cepat sekali berubah? Ketika baru saja tertawa terbahak-bahak bersama sebelumnya, lalu lima menit kemudian menangis tanpa sebab. Jika pernah, mungkin saja seseorang di sekitar Anda itu memiliki gangguan bipolar.

Manic Depressive atau yang lebih sering dikenal dengan bipolar merupakan suatu gangguan psikis yang menyerang otak. Seseorang yang terkena gangguan ini akan mengalami fase mood swing begitu hebat tanpa kenal waktu. Suatu waktu ia bisa merasa begitu bahagia. Namun, di lain waktu ia juga bisa merasa menjadi begitu sedih.

Kondisi ini diakibatkan oleh fungsi neurotramsmitter pada otak yang terganggu sehingga arus sinyal perintah terhadap fisik menjadi kacau. Beberapa faktor resiko yang menyebabkan seseorang dapat terkena gangguan bipolar antara lain faktor keturunan, stress berat, terlalu banyak konsumsi alkohol dan obat terlarang, atau sedang berada dalam kondisi traumatis seperti kehilangan seseorang yang amat disayang, atau pernah mengalami kejadian buruk semasa kecil.

Bipolar disorder memang seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Dalam mayoritas kasus, setelah beberapa kualitas aktivitas menurun, seseorang baru menyadari bahwa terdapat gejala manic depressive dalam tubuhnya. 

Berikut ini Amperanews merangkum beberapa gejala pada fase kondisi yang dapat diantisipasi sebagai gangguan bipolar. Kalau gejala yang pernah Anda temukan sudah masuk dalam beberapa fase ini, maka artinya Anda perlu mengingatkan untuk segera berkunjung ke psikiater dan menemukan solusi penyembuhannya.

- Fase Mania
Fase mania merupakan fase yang sering disebut sebagai over happy atau penderita mengalami gembira yang berlebihan. Meski sering dianggap aman, namun kondisi ini biasanya sering membuat tak nyaman karena dapat membuat penderita sangat keletihan di fase berikutnya.

Gejala pada fase mania antara lain terlalu banyak pikiran, konsentrasi hilang karena terlalu banyak ide, gembira berlebihan, nafsu seksual tinggi, mendengar suara yang tidak dirasakan orang lain, mudah mengkritik, terlalu aktif, bicara sangat cepat, merasa dirinya paling lebih, sulit mengendalikan diri, sulit tidur, dan sangat mudah tersinggung.

-Fase Hipomania
Fase ini merupakan fase yang paling ringan dan samar. Sebagian orang menganggap ini adalah fase normal dimana seseorang dengan gangguan bipolar bisa merasakan dan melakukan aktivitas seperti layaknya orang lain, namun tetap dalam kondisi waspada.
Dalam fase hipomania, seseorang bisa memunculkan gejala terlalu gembira dan enerjik, penurunan kebutuhan tidur, mudah akrab dengan seseorang yang baru dikenal secara berlebihan, perasaan sejahtera yang mencolok, selalu ingin membaur di keramaian, dan muncul banyak kreativitas tinggi.

-Fase Depresi
Fase ini disebut juga fase paling buruk sebab dampak akhirnya dapat menimbulkan seseorang bunuh diri. 
Gejala yang timbul antara lain murung dan sedih berkepanjangan, tidak bisa bahagia, merasa masa depan suram, mudah letih dan tak bertenaga, sering menangis tanpa alasan, kehilangan semangat untuk melakukan sesuatu, merasa berdosa, sulit tidur, berpikiran untuk bunuh diri, rendah diri, dan hilang konsentrasi karena pikiran kosong.

Saat ini, problematika bipolar disorder telah meluas di lingkup masyarakat Indonesia. Namun meski begitu, jangan terlalu khawatir. Bipolar bisa ditangani dengan baik jika cepat dikonsultasikan ke psikiater sedini mungkin. Terapi obat dan konseling secara berkala penting untuk menjaga kestabilan mood. Selain itu, menjaga pola pikir dan mental agar tetap sehat juga perlu dijadikan prioritas agar tak sampai menimbulkan gejala lain yang malah semakin merugikan tubuh.

 

Teks : Anisa
Editor: Arif




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook