Menelisik Manfaat Shalat Subuh


crew
08 Mei 2019, 10:58:30 WIB
Menelisik Manfaat Shalat Subuh

Keterangan Gambar : net (Ilustrasi)


Ritual ibadah yang selalu dilakukan oleh umat Islam tak hanya memberikan dampak fisik namun juga dampak psikologis. Dari lima waktu shalat yang diperintahkan untuk umat Islam, waktu subuh merupakan waktu yang istimewa, sudah dijelaskan dalam surat Al Isra ayat 78.

"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)," (QS. Al-Isra': 78)

Bagi umat Islam harus diyakini ada sejumlah manfaat menunaikan shalat Subuh, diantaranya menjadi salah satu penyebab masuk surga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635).

Sudah dijelaskan juga dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim no. 634 bahwa menunaikan shalat Subuh dapat menjadi penghalang masuk neraka. Sebenarnya jika dikaji secara komprehensif terdapat banyak manfaat ketika mengerjakan shalat Subuh berjamaah.

Maka sepatutnya sangat disayangkan jika manusia terkhusus muslim tak mampu menjalankan perintah yang telah ditetapkan, karena selain banyak manfaat disamping itu juga terdapat hukuman atau balasan bagi yang melalaikan.

Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, menjelaskan bahwa tidak mengerjakan shalat Subuh dan Isya’ secara berjamaah bisa menjadi pertanda munafik. Beliau Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah hampir membakar rumah orang-orang yang tidak mengerjakannya, sebagai peringatan akan besarnya dosa dan buruknya kelakuan mereka

Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalakan shalat shubuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan shalat shubuh karena aktivitas tidur. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Cukuplah ancaman dikatakan sebagai orang munafiq membuat kita selalu memperhatikan ibadah yang satu ini. Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kita semua, terkhusus bagi para laki-laki untuk dapat melaksanakan shalat berjama’ah di masjid.

Oleh : Arif




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook