Latih Generasi yang Mahir, UIN Raden Fatah Tradisikan Lingkungan Bahasa Arab


crew
01 Feb 2019, 07:50:59 WIB
Latih Generasi yang Mahir, UIN Raden Fatah Tradisikan Lingkungan Bahasa Arab

 

Amperanews, Palembang-- Pesantren bahasa Arab UIN Raden Fatah Palembang saat ini telah memasuki Tahun ke-11 sejak dilaunching pertama kali pada 2009 silam.

Tahun ini, kegiatan yang diselenggarakan mulai 3 Januari hingga3 februari 2019  diikuti oleh 32 peserta yang sebagian besar didominasi mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan jurusan pendidikan bahasa Arab dan Fakultas Adab UIN Raden Fatah Palembang. 

Ratusan tamu undangan memenuhi   gedung Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, undangan tersebut sebagian besar terdiri dari mahasantri Ma’had Jam’iah UIN Raden Fatah Palembang, santriwan-santriwati Al latifiah, santriwan-santriwati Pondok Pesantren Muqimus sunnah Palembang, siswa-siswi Madrasah Aliyah Al-Fatah dan penggiat serta pecinta bahasa Arab di daerah Kota Palembang seperti guru atau dosen pengajar 
bahasa Arab.

Penutupan pesantren bahasa Arab yang bertemakan membentuk generasi yang mahir berbahasa arab dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari ini berlangsung semarak dan mendapat respon positif dari para tamu undangan. 

Acara dihadiri langsung oleh Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Dra. Hj.Choirun Niswah, M.Ag dan sekaligus menutup acara pesantren bahasa Arab ini.

Penyelenggaraan pesantren tersebut dimaksudkan untuk menciptakan dan mentradisikan lingkungan bahasa Arab. Kegiatan penutupan disemarakkan dengan mc arab, puisi arab, nasyid arab, debat arab, khutbah arab dan drama berbahasa arab. Hal itu bertujuan untuk mengaplikasikan dan mempresentasikan kemampuan berbahasa arab yang dipelajari dan diikuti oleh para peserta pesantren bahasa Arab selama satu bulan tersebut.

"Saya berharap untuk kedepannya program ini terus dilaksanakan dan lebih baik lagi, lebih meriah lagi, sehingga ini bisa menjadi ujung tombak UIN Raden Fatah dari aspek bahasanya, dan semoga ini bisa menjadi motivasi dan stimulant, khususnya kepada mahasiswa semoga stigma tentang bahasa Arab yang sulit bisa berkurang dan semakin hari semakin pudar. Bahwa sebenarnya bahasa Arab itu mudah dan kita bisa bermain dengan bahasa itu sendiri," ujar Nazarmanto, salah satu dosen UIN Raden Fatah saat diwawancarai tim AmperaNews.com, Kamis (31/1/19). 

Tak hanya itu, menurut ketua pelaksana kegiatan, apresiasi untuk kegiatan pesantren 
bahasa Arab ini semakin meningkat setiap 
tahunnya.

"Alhamdulillah, pesantren bahasa Arab tahun ini mengalami peningkatan. Mulai dari jumlah peserta yang tahun sebelumnya 21 peserta, tahun ini menjadi 32 peserta. Selain itu, para peserta lebih aktif, terutama dalam menuturkan dan mengucapkan bahasa arab," tutur Kelik Triatmojo Ketua pelaksana pesantren bahasa Arab ini. 

Debby (20) seorang mahasiswa yang hadir pada penutupan tersebut mengatakan agenda ini sangat bermanfaat untuk menaikkan kualitas diri serta bisa mengisi waktu menjadi lebih produktif.

"Dengan adanya penbas ini, dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Arab para mahasiswa yang mengikutinya. Karena di penbas, mahasiswanya difokuskan belajar bahasa Arab, dengan metode yang tidak membosankan dan waktu yang efisien. Menurut saya penbas ini bagus dan harus diadakan dan ditingkatkan terus setiap tahunnya. Karena dengan adanya penbas masa libur semester jadi bisa lebih bermanfaat," tandasnya.

 

Teks : Rani

Editor : Arif




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook