Kesehatan Dan Kualitas Hatimu


crew
02 Agu 2018, 22:09:27 WIB
Kesehatan Dan Kualitas Hatimu

Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT dengan predikat makhluk yang mulia, mempunyai akal dan hati sebagai pengendali setiap tindakan yang dilakukan di dunia ini. Selain akal hal penting yang harus kita perhatikan di kehidupan ini yaitu Hati, Hati yang Baik, Hati yang Sehat merupakan pangkal dari kebahagiaan hidup di dunia menuju kehidupan yang abadi  di Akhirat kelak, 

Dalam kitab “ighatsatul Lahfan min Mashayid asy-Syaithan”  yang dinukilkan oleh al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah, hati Atau Qalbu yang sehat memiliki tanda-tanda, Dan di antara tanda-tanda tersebut adalah mampu memilih segala sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kesembuhan. Dia tidak memilih hal-hal yang berbahaya serta menjadikan sakitnya Hati. Sedangkan tanda Hati yang sakit adalah sebaliknya. Santapan Hati yang paling bermanfaat adalah keimanan dan obat yang paling manjur adalah al-Qur’an. Selain itu,  untuk melihat sejauh  mana taraf/ kualitas hati kita, bisa  dilihat dari berbagai karakteristik  Hati yang sehat berikut ini :

 

1. Mendorong Menuju Allah subhanahu wata”ala

Hati sehat  akan selalu mengajak dan mendorong pemiliknya untuk menemukan ketenangan dan ketentraman bersama Ilah sembahan nya, dengan kata lain Hati  yang sehat  selalu mendorong si hatinya untuk kembali kepada Allah subhanahu wata’ala dan tunduk kepada-Nya Sehingga tatkala itulah ruh benar-benar merasakan kehidupan, kenikmatan dan menjadikan hidup lain daripada yang lain, bukan kehidupan yang penuh kelalaian dan berpaling dari tujuan penciptaan manusia. Untuk tujuan menghamba kepada Allah subhanahu wata’ala inilah surga dan neraka diciptakan, para rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan.

Abul Husain al-Warraq berkata, “Hidupnya Hati adalah dengan mengingat Dzat Yang Maha Hidup dan Tak Pernah Mati, dan kehidupan yang nikmat adalah kehidupan bersama Allah, bukan selain-Nya.”

Oleh karena itu terputusnya seseorang dari Allah subhanahu wata’ala lebih dahsyat bagi orang-orang arif yang mengenal Allah daripada kematian, karena terputus dari Allah adalah terputus dari al-Haq, sedang kematian adalah terputus dari sesama manusia.

2. Mengembara ke Akhirat

 “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau (musafir) yang melewati suatu jalan.” (HR. al-Bukhari)

Saat hati seseorang sehat, maka dia akan mengembara menuju akhirat dan terus mendekat ke arahnya, sehingga seakan-akan dia telah menjadi penghuninya. Sedangkan bila Hati  tersebut sakit, maka dia terlena mementingkan dunia dan menganggapnya sebagai negeri abadi, sehingga jadilah dia ahli dan hambanya.

 

5. Rindu Beribadah

Hati yang sehat selalu rindu untuk menghamba dan mengabdi kepada Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana rindunya seorang yang kelaparan terhadap makanan dan minuman. Yang tentunya tidak akan pernah lepas dari yang namanya makan dan minum, begitu pula dengan Ibadah, hati yang sehat tidak akan  bisa lepas dari ibadah kepada Allah SWT

6. Khusyu’ dalam Shalat

Hati yang sehat adalah jika dia sedang melakukan shalat, maka dia tinggalkan segala keinginan dan sesuatu yang bersifat keduniaan. Sangat memperhatikan masalah shalat dan bersegera melakukannya, serta mendapati ketenangan dan kenikmatan di dalam shalat tersebut. Baginya shalat merupakan kebahagiaan dan penyejuk hati dan jiwa.

7. Tidak Bosan Berdzikir

Tak kenal kata lelah dan  jenuh untuk berdzikir mengingat Allah subhanahu wata’ala. Tidak pernah merasa bosan untuk mengabdi kepada-Nya, tidak terbuai  dan ria gembira  dengan selain-Nya, kecuali kepada orang yang menunjukkan ke jalan-Nya, orang yang mengingatkan dia kepada Allah subhanahu wata’ala atau saling mengingatkan dalam kerangka berdzikir kepada-Nya.

8. Menyesal jika Luput dari Berdzikir

Seseorang yang hatinya sehat tentu akan merasakan penyesalan yang sangat mendalam ketika ia lupa akan zikir dan wirid  nya, ketika lupa akan zikir itu artinya ia merasa lupa akan Rabb nya. Artinya tidak ada waktu yang terbuang sia-sia tanpa mengingat Allah Azza Wajjala.

8. Menjaga Waktu serta  Introspeksi dan Memperbaiki Diri

Sehatnya hati juga ditandai dengan  merasa sayang jika waktunya hilang dengan percuma, karena orang yang hatinya sehat sadar betapa berharganya waktu di dunia ini.

Sehat nya hati juga senantiasa menaruh perhatian yang besar untuk terus memperbaiki amal, melebihi perhatian terhadap amal itu sendiri. Dia terus bersemangat untuk meningkat kan keikhlasan dalam beramal, mengharap nasihat, mutaba’ah (mengontrol) dan ihsan (seakan-akan melihat Allah subhanahu wata’ala dalam beribadah, atau selalu merasa dilihat Allah). Bersamaan dengan itu dia selalu memperhatikan pemberian dan nikmat dari Allah subhanahu wata’ala serta kekurangan dirinya di dalam memenuhi hak-hak-Nya.

Dapat ditarik benang merah, Hati yang sehat dan selamat adalah hati  segala sesuatu yang dilakukannya di dunia ini ditujukan untuk Allah dan Mengharap Ridha Allah Semata.

Berkhalwah (menyendiri) untuk mengingat Allah subhanahu wata’ala lebih dia sukai daripada bergaul dengan orang, kecuali dalam pergaulan yang dicintai dan diridhai-Nya. Kebahagiaan dan ketenangannya adalah bersama Allah, dan ketika dia mendapati dirinya berpaling kepada selain Allah, maka dia segera mengingat firman-Nya,

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya.” (QS. 89:27-28)

Semoga Allah subhanahu wata’ala memperbaiki Hati kita semua, dan menjaganya dari penyakit-penyakit yang merusak dan membinasakan, Amin. (Rzp)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook