Keluarga SIABUH, Trend Baru Warga Palembang


crew
16 Mei 2019, 07:19:27 WIB
Keluarga SIABUH, Trend Baru Warga Palembang

Keterangan Gambar : Keluarga Siabuh


 

Amperanews.com, Palembang-- Siabuh yang merupakan sistem absensi subuh telah berhasil memecahkan Rekor MURI sebagai aplikasi absensi shalat subuh pertama di Indonesia pada awal ramadhan tahun ini. Trend keluarga siabuh mulai bermunculan sejak di launching program Gebyar Siabuh Ramadhan  oleh Bapak Walikota Palembang H. Harnojoyo, hal ini  membawa berkah bagi semua  bukan hanya berkah secara individu namun juga bagi masyarakat kota Palembang.

Salah satu trend center keluarga Siabuh kota Palembang adalah keluarga Bapak Mgs. H. Anwar Husin Umrie, SE, M.Si dan Ibu Hj. Pasmawiyah, B Sc.S.Pd, M.Kes.  

Pak Awang (Panggilan Pak Anwar ) yang bertugas sebagai Dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang  merupakan keluarga asli keturunan Palembang  dan Bunda Pasma ( panggilan Ibu pasmawiah) merupakan Pegawai Negeri Sipil di RS. Mohammad Husin Palembang. Keduanya memiliki empat orang anak yaitu pertama Msy Rahmia AP, S.Sc, saat ini bekerja di Kementerian Perikanan Republik Indonesia, Putra Kedua Mgs. Abdul Hakim Fahmi, SE, bertugas di Badan Pengawas Keuangan (BPK) perwakilan Sumsel. Ketiga Mgs.H. Muhammad Farouq, M Pd, Pegawai Negeri Sipil kota Palembang dan terakhir Msy. Rochma Agustia, S.Pd  yang saat ini sedang melanjutkan pendidikan strata 2 . 

Keluarga yang harmonis dan selalu terlihat kompak dalam setiap moment ini,  menjadi sorotan dan perbincangan hangat masyarakat Palembang, pasalnya, sejak awal bulan Ramadhan dengan dimulainya program Gebyar SIABUH Ramadhan oleh Walikota Palembang, setiap waktu sahur di saat fajar  keluarga ini sudah kompak dan be bergegas keluar rumah bersama- sama menuju masjid terdekat 

bertempat di Masjid At-Taqwa Kebun Bunga, Sukarami bahkan sebelum  adzan subuh dikumandangkan. 

Dalam kesempatan khusus, tim Amperanews berkesempatan mewawancarai keluarga Pak Awang yang Menjadi Trend Center  saat ini.

Melalui Program unggulan Walikota Palembang, gerakan memakmurkan masjid kian semarak dimulai dari terbitnya perwali tahun 2018 mengenai himbauan ASN kota Palembang untuk solat subuh berjamaah di masjid/Mushola domisili masing-masing hingga program gebyar siabuh ramadhan 2019 dengan reward umrah dari pemerintah kota Palembang. 

 Menurut Pak Awang gagasan memakmurkan masjid oleh walikota adalah bentuk implementasi dari amanah negara, pemimpin tidak hanya membangun badan/ fisik namun juga membangun jiwa  masyarakat kota Palembang. 

"Saya sudah mengetahui program safari subuh walikota sejak 2016 lalu di periode pertama pak Harno, sasaran target beliau sangat jelas dan sangat efektif. Sebuah program yang tidak biasa dari sosok pemimpin daerah. Pertama di Indonesia. Memaksimalkan peningkatan kualitas spiritual membangun jiwa masyarakat kota Palembang yang mayoritas muslim dengan gerakan subuh dan gotong royong . Inilah yang menjadi Semangat kami sekeluarga untuk mensukseskan program yang baik dari Walikota,  Di Al-Qur'an kita diperintahkan untuk mentaati Allah, Rasul Nya dan pemimpin kita." Ungkap Pak Awang. 

Berkenaan dengan program gebyar Siabuh Ramadhan, telah dilaunching aplikasi Siabuh  yaitu sistem aplikasi absensi subuh, para pejabat, staff PNS dan Non PNSD kota Palembang serta seluruh masyarakat dapat bersama-sama mengikuti program ini. Walikota Palembang mempersiapkan 20 paket  Umrah bagi pengguna aplikasi dengan poin tertinggi. 

Selain sudah menjadi kewajiban ummat Islam untuk melaksanakan solat lima waktu, khususnya solat subuh Bunda Pasma mengakui bahwa memang sudah banyak manfaat subuh berjamaah yang dirasakan oleh dirinya. Solat subuh membiasakan dirinya untuk konsisten dalam ketepatan waktu serta mencari Ridho Allah SWT dalam memulai pekerjaan. Menurutnya, dengan berdoa di waktu subuh, fikiran dan hati  masih ringan dan bersih. 

"Sudah menjadi Rahasia umum waktu subuh adalah Waktu dimana Para malaikat berkumpul dan ikut mengaminkan doa-doa kita . Setelah solat subuh saya biasanya membaca Alquran kemudian langsung membereskan rumah dan bersiap-siap ke kantor dihari kerja . Alhamdulillah, efek dari solat subuh membantu peningkatan karir saya di kantor selama lebih dari 30 tahun mengabdi di RSMH Palembang" 
Ungkap Bunda Pasma saat ditemui dirumahnya. 

Ditambahkan Farouq, dirinya dulu dipaksa untuk solat berjamaah di masjid selama sekolah di pondok pesantren Daar El Qolam Gintung, Banten selama 6 tahun.  Bahkan Mudir Mahad ( Pimpinan Pondok ) memberikan sanksi keras bagi santri yang tidak solat berjamaah.  Kebiasaan ini telah menjadi hal Wajib dikalangan pesantren, dimana Kyai, Pimpinan, pejabat dan seluruh lapisan pesantren melaksanakanya. 

" Dalam konsep Tarbiyah, pendidikan terkadang memerlukan pemaksaan. Pemaksaan yang baik, tersistem dengan baik dan  di dukung lingkungan yang baik tentu akan menjadi ringan  bila dilakukan bersama-sama. apalagi klo Bapak pemimpinnya langsung dalam hal ini Bapak Walikota memberikan contoh insyaallah bawahannya pun akan mengikuti"  ujar Farouq. 

Senada dengan hal ini, Menurut Masayu sang adik, terkadang seseorang butuh tujuan agar bisa semangat mengusahakan sesuatu. Reward dari Allah menjadi yang utama, sebab sholat subuh tidak mudah dilakukan, apalagi sampai berjamaah di masjid. Terobosan luar biasa dari Walikota Palembang ini berhasil menjadi  motivasi untuk masyarakat Palembang agar bisa lebih giat dalam melaksanakan subuh berjamaah.

"Berkat Siabuh semangat saya itu alhamdulillah setiap harinya tak pernah kendor, harusnya saya yang masih muda tidak boleh kalah semangat dari ibu dan ayah, sekali lagi Siabuh ini menjadi alat kontrol untuk pribadi saya dalam menebar manfaat setiap harinya, karena penentu baik tidaknya hari kita itu dimulai dari waktu subuh terutama subuh berjamaah. Banyak Barakah di waktu subuh yang sangat disayangkan untuk kita lewatkan," imbuh Masayu, putri bungsu dari pak awang dan bunda pasma.

Ketika ditanyai Amperanews harapan perihal pengembangan aplikasi Si Abuh kedepannya, keluarga Pak awang antusias menjawab mereka sekeluarga meletakkan harapan penuh agar kelak Siabuh bisa terus menebar kebermanfataan sampai ke kancah internasional.

"Harapan kami sekeluarga, semoga kedepannya kita bisa sama sama meningkatkan semangat dalam melaksanakan subuh berjamaah dan khusus untuk Siabuh, sebagai terobosan luar biasa ini bisa terus mengembangkan aplikasinya, sehingga kedepannya Siabuh  bisa terkenal bukan hanya di kancah nasional namun di kancah internasional, dan pada akhirnya kita bisa menebarkan kebaikan di seluruh penjuru dunia, dan menjadi pemerintah maju seperti turki sebagaimana harapan bapak walikota H.Harnojoyo tandas Farouq.

Berdasarkan hasil laporan TIM Siabuh, saat ini pengguna Aplikasi absensi subuh telah mencapai 40.000 users lebih. Sejak di-launching 1 Mei lalu, Siabuh sudah bisa di download dan digunakan oleh seluruh masyarakat baik di kota Palembang, luar kota bahkan luar negeri.

"Siabuh saat ini sudah diakses oleh masyarakat setiap subuh, antusias masyarakat sangat baik dengan gebrakan walikota Palembang. Apalagi pemerintah menyiapkan 20 paket umrah untuk 20 orang dengan poin tertinggi serta berbagai macam doorprize lainnya.  Dan siap-siap bagi masyarakat yang menjadi Keluarga siabuh dengan mengajak keluarganya untuk mengikuti program ini dengan sungguh-sungguh, bapak walikota sudah menyiapkan kejutan spesial diakhir Ramadhan "  ungkap Ust.Riza Pahlevi, MA. Kabag kesra kota Palembang.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook