Kapolda : Pembunuhan Edwar Sangat Kejam


AmperaNews
30 Agu 2017, 13:13:39 WIB
Kapolda : Pembunuhan Edwar Sangat Kejam

Keterangan Gambar : Tiga tersangka Pembunuh Edwar Limba digiring petugas saat liris halaman Mapolda Sumsel. (Foto-Ferdinand)


Palembang-- Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengintrogasi ketiga tersangka pembunuhan Driver Online Edwar Limba (35). Ketiga tersangka itu bernama Ari Tri Sutrisno (32), Aldo putra Zainuddin alias Yung yung (32) dan Tersangka Adi Putra Simamora alias ucok (27) di halaman Mapolda Sumsel, Selasa (29/8/2017).

Diungkapkan juga oleh Kapolda,   sebenarnya jumlah tersangka pembunuhan korban Edwar berjumlah lima orang, namun yang saat ini baru ditangkap berjumlah tiga orang. Sementara untuk dua pelaku lainnya berinisial ‘I’ dan ‘R’ masih dalam pengejaran anggota kepolisian.

Pembunuhan driver taksi online, Edwar Limba (35) ini  dinilai sangat kejam. Sebab ketiga tersangka menghabisi nyawa korban di dalam mobil korban dengan cara menjerat leher Edwar menggunakan tali kawat, selain itu tubuh korban di tarik ke bangku belakang lalu ditusuk dan dibacok hingga korban meninggal dunia.

Kapolda menjelaskan bahwa pembunuhan korban bermula dari tersangka Ari Tri Sutrisno, Aldo Putra Zainudin alias Yung Yung dan pelaku ‘I’ (DPO) sekitar pukul 20.00 WIB memesan taksi online dari Jalan Jenderal Sudirman untuk minta diantarkan ke kawasan Talang Kelapa Banyuasin. Itu pun sebelumnya sempat mengorder ke driver taksi online lainnya sebanyak tiga kali, namun selalu ditolak oleh driver lainnya.  Namun di perjalanan tersangka mengajak korban muter-muter, hingga tepatnya di Simpang Tiga Jalan Tanah Mas Talang Kelapa, korban dibunuh. Dimana pembunuhan itu bermula dari ‘I’(DPO) menjerat leher korban menggunakan tali kawat, kemudian tersangka Ari memegangi korban sembari menarik korban ke bagian jok tengah mobil kemudian mengambil alih kemudi mobil korban. Lalu tersangka Aldo berperan menusuk tubuh korban berkali-kali menggunakan pisau. Dikarenakan korban terus berontak, Ari berinisiatif membacok korban menggunakan golok. Dari penusukan dan pembacokan itu, korban menderita luka 7 tusukan.

Kapolda juga menceritakan, setelah korban meninggal jenazah korban dibawa untuk di buang di kawasan Sembawa Banyuasin. Mobil korban disembunyikan di kawasan sepi perkebunan Talang Betutu, pengakuan tersangka bahwa persembunyian mobil tersebut hanya untuk sementara karena untuk dijual keesokan harinya, namun ternyata sudah ditemukan lebih dulu oleh warga setempat.(sb)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook