Imunisasi Measles Rubella Perlu Dukungan Institusi Pendidikan Hingga Kepedulian Masyarakat


crew
13 Sep 2018, 09:37:42 WIB
Imunisasi Measles Rubella Perlu Dukungan Institusi Pendidikan Hingga Kepedulian Masyarakat

Keterangan Gambar : ISTIMEWA


Palembang--Presiden Joko Widodo telah mencanangkan kampanye Measles Rubella fase pertama untuk 6 provinsi di Pulau Jawa pada 1 Agustus 2017 dengan capaian hasil yang sangat memuaskan yaitu 100,98%. Pelaksanaan fase dua, untuk 28 provinsi di luar Jawa telah berjalan selama 1 bulan, yaitu pelaksanaan dimulai pada tanggal 1 Agustus 2018.

Kota Palembang masuk dalam salah satu lokasi yang melaksanakan kampanye tersebut, dengan total sasaran sebesar 400.000 anak usia 9 bulan.

Berbagai kendala ditemukan, mulai dari semakin menguatnya berita hoax yang menyebarkan berita kematian anak SD tahun 2017 kemudian dikemas ulang dengan menyebutkan kematian akibat penyuntikan vaksin MR, sampai ketiadaan sertifikat halal MUI untuk vaksin, meskipun fatwa MUI terbaru yang membolehkan pemberian imunisasi telah dikeluarkan.

Sekolah-sekolah swasta baik itu umum maupun berbasiskan agama yaitu sekolah Islam Terpadu, Madrasah Ibtidayah, Madrasah Tsanawiyah maupun pesanteran dan sekolah negeri masih banyak menolak bekerja dengan dokter Puskesmas untuk menyelenggarakan sesi vaksinasi dan ribuan orang tua menolak anak-anak mereka dilindungi dari penyakit mematikan dan menyebabkan kecacatan sejak lahir.

Untuk memastikan kampanye ini berakhir sukses, perlu dukungan nyata dari dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Palembang dan Kantor Kementerian Agama Kota Palembang, mengingat sekolah umum dan sekolah agama berada dibawah binaan kedua institusi tersebut.

Dukungan ini dibutuhkan agar kedua institusi tersebut menginstruksikan kepala sekolah atau ketua yayasan agar memfasilitasi kehadiran dokter Puskesmas sehingga bisa melakukan resosialisasi ke orang tua murid dan melaksanakan vaksinasi kepada murid-murid mengingat program ini bersifat wajib tanpa memandang status imunisasi anak.

Kampanye vaksinasi MR terlalu besar, terlalu penting, dan terlalu bersejarah untuk gagal. Seruan presiden ke seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi secara aktif sangat penting. Kota Palembang harus sukses memvaksinasi anak-anaknya.

Kegagalan melindungi anak-anak Palembang, bukan saja akan memalukan, namun akan menghalangi upaya melenyapkan campak dan rubella dari Bumi Indonesia. Pengalaman keberhasilan imunisasi dalam menghilangkan penyakit cacar api dari muka bumi pada tahun 1979 perlu diulangi untuk penyakit Campak dan Rubella, mengingat cara penularan ketiga penyakit ini sama yaitu melalui percikan ludah.

Capaian 95% itu syarat mutlak terbentuknya kekebalan kolektif, dan harus merata di semua provinsi di Indonesia, tak terkecuali Palembang. Tidak boleh ada "pockets of unimmunized", jangan disisakan ruang untuk virus masih bisa punya inang (host) dan menjadikan anak Palembang bom waktu yang akan menyebarkan virus kepada anak Indonesia lainnya. Tantangan

1. Tidak adanya sertifikat halal dan keamanan vaksin masih dijadikan alasan di beberapa fasilitas pendidikan meskipun fatwa MUI yang membolehkan imunisasi MR telah dikeluarkan.

2. Beredarnya informasi yang menyesatkan mengenai beberapa kejadian pascaimunisasi, menciptakan gelombang baru penolakan dari orang tua dan kelompok masyarakat.

3. Sekolah elit, masyarakat kelas ekonomi atas, menolak untuk berpartisipasi dalam program imunisasi yang didanai pemerintah, mengklaim mereka dapat mengimunisasi anak-anak mereka sendiri.

4. Minimnya pemahaman tentang Pentingnya Vaksin MR, sehingga pihak sekolah swasta umum maupun negeri masih ada yang belum memfasilitasi hadirnya Puskesmas di fasilitas mereka sehingga dibutuhkan peran dari Dinas Pendidikan maupun Kantor Kementerian Agama Kota Palembang untuk mengeluarkan edaran terkait pelaksanaan imunisasi MR ditujukan ke fasilitas pendidikan di kota Palembang, dengan merujuk surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook