FMKS Soroti 100 Hari Kepemimpinan HD-MY, Masih Terkesan Lambat


crew
08 Jan 2019, 19:37:06 WIB
FMKS Soroti 100 Hari Kepemimpinan HD-MY, Masih Terkesan Lambat

Keterangan Gambar : Jumpa Pers Forum Masyarakat Untuk Kemajuan Sumatera Selatan di Hotel Bestskip (Selasa,8/1/19)


Amperanews, Palembang-- Forum Masyarakat Untuk Kemajuan Sumatera Selatan (FMKS) menggelar evaluasi kinerja 100 hari Herman Deru dan Mawardi Yahya pada Selasa (08/01/2019) di Hotel Bestskip pasca dilantiknya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan beberapa waktu lalu.

Dalam agenda ini, FMKS sangat mengapresiasi pasangan gubernur terpilih. Pasalnya, dalam evaluasi 100 hari kinerja, Herman Deru dan Mawardi Yahya telah menunjukkan progress keberhasilannya untuk membangun Sumatera Selatan menjadi lebih baik. 

Secara umum ketegasan kepemimpinan Deru dapat memberikan harapan bagi laju kepemimpinan lima tahun ke depan. Akan tetapi karena anggaran APBD 2019 baru disahkan dan kegiatan pergantian struktur organisasi daerah yang butuh waktu, terkesan masih lambat.

"Dengan adanya pelarangan ini sangat diapresiasi karena ini mengurangi angka kecelakaan, kerusakan jalan dan yang pasti waktu untuk menuju Lahat maupun Muara Enim menjadi lebih cepat," kata Koordinator Tim Pakar FMKS.

Dilanjutkan Aziz, meminta kepada gubernur tidak hanya lebih mengutamakan eksploitasi sumber daya alam tambang namun dapat menuju pengembangan sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti pertanian dan industri pengolahan basis pertanian.

"Oleh karena itu diperlukan rencana tata ruang yang kondusif untuk menjadikan ambisi Sumsel sebagai lumbung pangan,"kata Aziz.

Selanjutnya meminta kepada Pemprov untuk meningkatkan pengembangan industri energi yang mengolah sumber energi primer menjadi final.

Tentu hal ini selaras dengan Komitmen HD-MY selama masa pemilihan, Sumsel maju untuk semua. Komitmen ini diwujudkan dengan adanya peningkatan APBD 2019 dan transfer Provinsi ke Kabupaten/Kota. 

Dikatakan Aziz, komitmen nyata keberpihakan HDMY kepada petani cukup menarik dimana pasangan HDMY ingin mengaplikasikan kebijakannya saat di OKU Timur lalu. Pasangan HDMY akan melakukan kebijakan pembelian beras petani dan nantinya akan didistribusikan kepada ASN sebagai jaminan harga atas hasil panen petani.

Selain itu, Herman Deru dan Mawardi Yahya juga telah mulai mengubah konsep arus utama pembangunan.

FMKS berharap adanya perubahan dalam arus utama pembangunan yang sebelumnya mengutamakan eksploitasi sumberdaya alam tambang yang tidak dapat
diperbaharui menuju kepada pengembangan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dapat menjadi ujung tombak pembangunan yang pesat.

"Tata kepariwisataan perli ditingkatkan, bukan soal Siguntang, tapi juga sungai musi, sembilang, cagar budaya pagaralam dan lahat belum lagi masalah penggunaan jalan umum, dan sejumlah hal lainnya terkait Sumatera Selatan menjadi topik menarik untuk kita kaji dalam evaluasi berkala ke depan lagi," tutur Rahman Zein sebagai salah satu tim pakar pengkajian dari FMKS.

Seusai jumpa pers FKMS diperoleh informasi bahwa program 100 Hari pasca dilantiknya HM MY sesungguhnya faktor leadership telah mampu membuka harapan bagi masyarakat Sumsel agar maju dan mensejahterakan masyarakat.

"Menurut saya HD MY telah bekerja keras untuk mewujudkan program yang pro rakyat. Salah satu program yang cukup menyita publik sekolah gratis yang dikembalikan lagi,"ungkap Afriantoni salah satu Tim Pakar FKMS.

"Kita apresiasi ini program sekolah dan kuliah gratis yang dilanjutkan. Karena jangan sampai kita sibuk bangun infrastruktur tapi melupakan untuk membangun SDM, walau anggaran masih kurang maksimal,"ungkap Afriantoni. (rif)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook