FANDY : PERNAH DIUSIR NAMUN BERHASIL


Amperanewscom
27 Mei 2019, 19:24:36 WIB
FANDY : PERNAH DIUSIR NAMUN BERHASIL

Keterangan Gambar : Ket. Fandi Kurniawan CEO Cloapedia saat mengisi seminar di Hotel Wyndham Palembang dalam acara Seminar Kewirausahaan yang di adakan oleh Kesejahteraan Rakyat Kota Palembang, (19/11/18).


Palembang ---- Fandy Kurniawan terlahir dari keluarga yang cukup mampu namun selam kuliah berjuang untuk membayar kuliah sendiri untuk mengurangi bebannya. Fandy terkenal dengan kenakalannya di desa sehingga dia di usir ibunya dari rumah.

“Dulu saya terkenal nakal mas di desa, sampai diusir ibu saya dan saya tidak pulang menginap di tempat paman saya,” ujar laki-laki kelahiran sungai lilin itu waktu di wawancarai di kantornya, senin, (19/11/18).

Setelah itu dia meminta izin kepada ibunya untuk melanjutkan pendidikannya di Palembang, namun tidak diberikan izin oleh ibunya namun ia bersikeras untuk tetap kuliah.

“Sebenarnya saya tidak dibolehkan ibuku kuliah di Palembang, namun saya tetap bersikeras untuk melajutkan pendidikan saya walaupun tak direstui ibu saya. Dengan iming-iming akan membayar kuliah sendiri,” ujar Fandy.

Semenjak itu dia masuk kuliah di Universitas IBA jurusan management keuangan namun ia merasa itu bukan fashionnya jadi ia pindah ke Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN RF) denga mengambil jurusan Sistem Informasi.

“Waktu itu saya pindah kuliah dari Universitas IBA jurusan Mangement Keuangan ke UIN RF Palembang dengan mengambil jurusan Sistem Informasi karena management saya rasa bukan fashion saya sebab hobi lebih ke dunia komputer jadi saya pindah dan memilih Sistem Informasi,” ungkapnya.

Setelah pindah jurusan Fandy yang dulunya tidak berprestasi di UIBA namun di UIN RF ia banyak menorehkan prestasi.

“Alhamdulillah setelah pindah jurusan saya banyak mengikuti ivent dan menorehkan prestasi di bidang Informasi dan Teknologi (IT). Seperti lombah Cyber di Bali Fandy dan timnya meraih prestasi mewakili nama kampus sebagi juara tiga,” jelas lelaki berdarah Madura itu.

Tak lama Fandy Mendirikan perusahaan yang begerak di bidang kursus dan development aplikasi yang diberi nama Cyber Art Creative (CAC), namun ada konflik internal ia keluar kemudia mendirikan lagi perusahan baru yang diberinama Cloapedia Digital Indonesia (CDI) yang bergerak dibidang yang sama.

“Saya pernah mendirikan usaha bergerak dibidang kursus dan development yang bernama CAC. Namun tak bertahan lama kareana ada konflik internal kami, membuat saya tidak tahan sehingga saya keluar dan mencoba mendirikan perusahaan baru yang di berinama CDI,” paparannya saat di wawancarai di ruang kantornya.

Tak berhenti disitu setelah usaha berjalan fandi pernah di bayar dengan Terimakasih saja sampai dibayar 500.000 per palikasi atau web.

“Saya juga pernah ada kejadian yang agak cengang, ada orang memesan web setelah jadi dan selesai saya Cuma di bayar dengan ucapan terimakasih padahal waktu pengerjaany yang lama dan tidak mudah. Tapi itu saya ikhlaskan semoga jadi amal jariah,” itu kata yang keluar dari mulut lelaki yang juga berdarah jawa tersebut.

Fandy juga mengungkapakan dia sangat bersyukur karena berkat perjuangan dan ingin membuktikan ke orang tua akhirnya ia mapu membayar uanga kuliahnya dari penghasilan usahanya jadi programmer.

“Alhamdulilah akhirnya Allah memberikan jalan untuk saya membuktikan ke orang tua bahwa saya bisa membiayai kuliah tanpa membebani mereka, walaupun dari segi ekonimi sebenernya Ibu saya mampu,” ungkap Fandy.

Fandy juga menerangkan banyak gejolak dalam membangun bisnis ini.

“Seperti yg kita ketahui tidak mudah untuk membangun perusahaan pasti banyak permasalahan apalagi ini perusahaan yang baru di rintis sejak nol. Jadi harus siap menghadapi segala rintangan yang ada dan terus berdo’a serta usaha sehingga mendapat hasil yang maksimal,” ujar fandy.

Sekarang fandy sudah mampu menghasilakan pundi rupiah yang cukup beasar sekisaran 150-200 juta per develop aplikasi.

“Tapi sekarang lagi-lagi saya harus bersyukur karena, sekarang perusahaan saya ini mampu menghasilkan uang yang menurut saya lebih dari cukup. Saya bisa dapat uang 150-200 juta dengan satu aplikasi, sesuai dengan tingkat kesusahan pembuatan dan banyaknya item yang dipesan,” tambah fandy.

Fandy pun mengungkapkan bahwa memulai bisnis ini tidak bemodal besar namun mengandalkan skill yang tinggi di bidang Development.

“Sebenarnya bisnis ini tidak banyak memakan uang dikarenakan kita hanya butuh laptopo yg support dan skil tinggi pemmerograman agar mampu merancang dan membuat aplikasi atau web yang di inginkan oleh konsumen,”unagkap fandy.

CEO Clopaedia itupun memberikan tanggapan untuk anak muda sekarang jangan berhenti bermipi dan mewujudkan mimpi kalian setinggi mungkin.

“Saya juga berpesan untuk parapemuda khususnya palembang jangan putus semangat tidak ad yang tidak mungkin di dunia ini asalkan kita mau berusaha,” tutupnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Iklan Business

STATISTIK PENGUNJUNG

  • User Online 4

  • Today Visitor 330

  • Hits hari ini 650

  • Total pengunjung 178185

  • IP Anda 3.235.30.155