ESP Serang Paslon Lain, Harnojoyo Jadi Sosok Disukai


crew
24 Jun 2018, 08:29:22 WIB
ESP Serang Paslon Lain, Harnojoyo Jadi Sosok Disukai

Keterangan Gambar : IST


Palembang-- Semakin mendekati hari pencoblosan Pilkada Kota Palembang tahun 2018 semakin sengkit. Pasca debat kandidat (22/6) yang diyakini masyarakat bertambah kuat untuk memilih Harnojoyo-Fitrianti Agustinda dengan alasan tenang, santun, sopan dan santai menghadapi berbagai pertanyaan dari narasumber dan paslon lain.

Salah satu isu yang dibangun banyak sudah sampai pada kehilangan akal untuk memenangkan kontestasi. Salah satu juru kampanye pasangan nomot urut dua Eddy Santana Putra (ESP) disinyalir melakukan kampanye hitam melalui whatsapp dengan sengaja mengenderkan video yang bertujuan untuk menyalahkan orang lain atau menyebarkan isu yang belum tentu kebenarannya dan menyerang pasangan Harno-Fitri.

Beberapa waktu lalu pengamat politik dari Fisip Unsri Adrian Saptawan mengatakan, kampanye yang dilakukan oleh ESP merupakan bentuk kampanye hitam yang legal, karena hal itu merupakan kenyataan yang terjadi saat ini.

“Itu Kampanye Negatif tapi boleh, tinggal dari mana kita melihatnya, itu juga sebagai bentuk pembelajaran bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan ESP dalam kampanye itu sebagai pemberitahuan kepada masyarakat, meskipun dirasa ESP telah melakukan serangan terhadap lawan calon yang didukungnya tapi ia juga tidak menyebut nama.

Diketahui, Sabtu (23/6) telah beredar video ESP yang jelas-jelas untuk ajakan dan kampanye paslon lain, padahal disisi lain video tersebut bersifat menyerang dan cenderung politis. Masyarakat sangat menyayangkan tingkah laku dan tindak tanduk ESP tersebut.

Menurut Amin dari Lipra Sumsel menyayangkan sosok ESP yang dulu ia idolakan kini seolah kesurupan dan kehilangan akal dan arah. ESP seolah menjadi sosok yang menakutkan masyarakat padahal seharusnya ia menjadi pribadi yang arif lagi bijaksana.

"Jujur saja aku sangat ngefans dengan pak Eddy, tapi kagum ini seolah hilang begitu saja. Bukan ia beristri dengan model pria dewasa tapi karena kasusnya banyak menjelang akhir periodenya. Tapi, sudahlah itu tidak perlu dibahas. Intinya walau bagaimana pun pak Eddy tidak beretika politik,"ujarnya.

"Penghormatan Harnojoyo sudah lebih dari cukup dijadikan sebagai panutan dan beberapa kegiatan serta program pribadi dan organisasi tetap dilayani dengan baik, tapi ia seolah kacang lupa kulit, dibaiki malah maunya menyerang. Harno tetap santai dan tenang. Harno tetap menjadi sosok negarawan yakni disenangi kawan dan disegani lawan,"kata Amin.

"Melihat video yang beredar ESP sama saja menampar muka ESP sendiri. Dengan tidak mengakui banyaknya prestasi dan bukti nyata yang telah dilakukan oleh Harno-Fitri. ESP malah tidak jadi panutan yang bijak. Kenyataanya, banyak kegiatan dan program Harno-Fitri yang disukai masyarakat. Jelas, beda zaman dan beda pula cara menyelesaikan masalah di Kota Palembang,"Jelasnya dengan santai.

"Informasi yang saya himpun masalah di Pasar 16 itu ulah ESP. KFC yang juga menutupi Ampera mengurangi kecantikan Ampera juga ulah ESP. Banyak lah kasus-kasus ESP meninggalkan duka bagi Pemkot, tapi sudahlah semua itu memang masa kelam ESP,"urainya terlihat serius.

"Satu hal lagi dalam video itu sekolah gratis itu bohong. Faktanya semua itu program sekolah gratis masih tetap jalan, kecuali SMA. Jelas ini sangat tendensius. Padahal, untuk SD dan SMP tetap gratis. Sedangkan yang SMA itu yang bayaran saat ini. Aneh, salah sasaran sebenarnya ia menyasar Provinsi Sumsel. Sungguh aneh beliau yang katanya berpendidikan dan pengalaman tidak mengerti masalah sederhana ini,"ungkap Amin. (SL)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook