Dukungan Pemerintah Kota Palembang Dalam Pengembangan Kampung Al Munawwar


Amperanewscom
16 Jan 2019, 15:54:22 WIB
Dukungan Pemerintah Kota Palembang Dalam Pengembangan Kampung Al Munawwar

 

AmperaNews, Palembang-- Setelah mendapat penghargaan sebagai kampung adat terpopuler versi Anugrah Pesona Indonesia (API) tahun 2018, Kampung Al munawar menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Kota Palembang.

Kampung Arab awalnya memang pemukiman penduduk keturunan Arab yang tinggal di tepian Sungai Musi. Rumah-rumah tua tersebut merupakan peninggalan para leluhur saudagar asal Yaman, Habib Abdurrahman Al-Munawwar yang datang ke Palembang melalui Sungai Musi sebagai pintu masuknya.

Karena konsepnya yang unik dan orisinil,  
Pada tahun 2016 Kampung Arab disahkan oleh Pemerintah Kota Palembang sebagai salah satu destinasi wisata.

Menurut Isnaini Madani Kepala Dinas Kepariwisataan Kota Palembang, pihaknya telah menyiapkan satu tim khusus yang tupoksinya lebih detail dalam pengembangan wisata halal dan religi.

"Untuk pengembangan wisata halal dan hal-hal yang terkait wisata religi, menindaklanjuti hasil seminar di wyndham beberapa waktu lalu, kami telah membentuk satu tim kecil. Tim ini yang nantinya akan mengurusi dengan lebih fokus dan detail mengenai pengembangan wisata religi di Palembang," ujarnya saat dihubungi AmperaNews Rabu, (16/01/19).

Ia juga menambahkan, Dinas Pariwisata Palembang memang telah memiliki rencana tersendiri untuk pengembangan Kampung Al Munawar. 

"Kami sudah mencanangkan dan menyarankan ke pengelola ya, agar di dalamnya bisa ditambah depot kuliner khas Arab dan Palembang, bisa ditambah kios songket. Kemudian, sediakan juga beberapa rumah yang memang dipublikasi untuk umum sehingga wisatawan yang hadir tidak hanya selfie di luar, tapi juga bisa melihat tata ruang di rumah-rumah yang berciri khas Arab tersebut. Ini adalah salah satu strategi penting untuk menarik minat wisatawan," imbuhnya.

Lebih lanjut, beliau menyatakan Dinas Pariwisata sangat mendukung ide-ide dan inovasi baru dari pengelola. Ia juga berharap bisa terjalin kerjasama dan koorsinasi yang lancar antara pihak pengelola dan pemerintahan untuk mengembangkan ragam wisata religi yang terdapat di Palembang.

"Pemerintahan sangat mendukung. Kalau pengelola minta bantuan dan saran, nyatakan kendalanya dimana, kami pasti respon. Ya boleh silakan mereka buka karcis. Dalam karcis itu bisa sekalian di include hal-hal yang khas mencirikan tempat itu. Misalnya, kopi khas al munawar, atau free photobooth. Tapi kan memang harus ada kerjasama yang baik antara pengelola dengan pihak pemerintahan ya. Kalau koordinasi lancar, pengembangan itu juga jadi lancar," ungkapnya.

Berisi atmosfir yang kental dengan nuansa vintage, di Kampung Al Munawar kita juga bisa bertemu dengan aneka keunikan masyarakat setempat yang kental dengan nuansa Arab. Selain itu, rumah-rumah bergaya Timur Tengah, bangunan masjid, dan sejumlah bangunan tua menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang masuk.

Pratiwi Widya (22) wisatawan lokal yang berasal dari Kecamatan Bukit Besar menyatakan, sebaiknya diadakan pengembangan yang lebih untuk Kampung Al Munawar.

"Bagus sih, nuansa old nya terasa. Jadi kayak lagi berkunjung ke tempat yang jauh gitu. Tapi sayangnya masih belum banyak spot menarik untuk wisatawan yang berkunjung. Kalau lebih dikembangkan lagi seperti misalnya ditambah pameran souvenir khas Arab, atau tempat makan dengan menu khas, pasti lebih banyak lagi yang pengen berkunjung," ujarnya saat ditemui AmperaNews pasca berkunjung dari Kampung Al Munawwar.

Teks: Anisa
Editor: Arif




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Iklan Business

STATISTIK PENGUNJUNG

  • User Online 2

  • Today Visitor 384

  • Hits hari ini 790

  • Total pengunjung 125189

  • IP Anda 3.231.228.109