Apa itu Hari Tasyrik ?


AmperaNews
04 Sep 2017, 10:41:04 WIB
Apa itu Hari Tasyrik ?

Dalam bahasa Arab, istilah tasyrik memiliki arti matahari terbit. Adapun hari tasyrik itu sendiri jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Namun ada juga yang mengatakan bahwa hari tasyrik terdiri dari 4 hari, yaitu hari raya idul adha dan 3 hari setelahnya.

Abu Ubaid mengatakan: Ada dua pendapat ulama mengenai hari tasyrik, yaitu mengapa hari-hari tersebut dinamakan dengan hari tasyrik? Pertama, dinamakan hari tasyrik karena kaum muslimin pada hari itu menjemur daging kurban untuk dibuat dendeng. Kedua, karena kegiatan berqurban, tidak dilakukan, kecuali setelah terbit matahari. (Lisanul Arab, 10:173)

Mengenai hari tasyrik, ada banyak keutamaan yang terdapat di dalamnya. Dan perlu kita ketahui, keutamaan-keutamaan terbesut bisa kita dapatkan apabila kita melaksanakan amalan-amalannya dengan ikhlas.

 

Ada beberapa amalan yang disyariatkan di hari tasyrik, berikut amalannya:

 

  1. Anjuran untuk memperbanyak dzikir

Di hari yang istimewa ini, kita umat islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Dzikir apapun itu yang ditujukan kepada Allah SWT. Kita juga dianjurkan untuk selalu bertakbir atau melakukan takbiran seusai sholat 5 waktu. Hal ini dilakukan oleh para sahabat Nabi.

Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang.” (QS. Al Baqarah: 203) Yang dimaksud hari yang terbilang adalah hari-hari setelah hari Idul Adha (hari an nahr) yaitu hari-hari tasyriq. Inilah pendapat Ibnu ‘Umar dan pendapat kebanyakan ulama. Namun Ibnu ‘Abbas dan ‘Atho’ mengatakan bahwa hari yang terbilang di situ adalah empat hari yaitu hari Idul Adha dan tiga hari sesudahnya. Hari-hari tersebut disebut hari Tasyriq. Namun pendapat pertama yang menyatakan bahwa hari yang terbilang adalah tiga hari sesudah Idul Adha adalah pendapat yang lebih tepat.

Untuk menyemarakkan amalan dzikir di hari tasyrik, bisa dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:

Melakukan Takbiran setiap selesai shalat wajib 5 waktu. Seperti yang telah dijelaskan di atas. Ini sebagaimana yang dilakukan para sahabat. Sebagaimana praktek Umar bin Khattab ra., bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dzuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi dan sanadnya dishahihkan al-Albani) (Lathaiful Ma'arif, 504 - 505)

Demikian juga dari Sahabat Ali bin Abi Thalib ra., bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR. Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi. Al-Albani mengatakan: "Shahih dari Ali").

 

  1. Memperbanyak berdoa dan memohon kepada Allah SWT

Selain memperbanyak berdzikir, kaum muslimin juga dianjurkan untuk memperbanyak doa di hari tasyrik. Para ulama menganjurkan memperbanyak doa di hari-hari tasyrik.

Diriwayatkan dari Al-Jashshosh, dari Kinanah Al-Qurosy, dia mendengar Abu Musa Al-Asy’ariy mengatakan pada saat berkhutbah di hari An-Nahr (Idul Adha), “Tiga hari setelah hari An-Nahr (yaitu hari-hari Tasyrik), itulah yang disebut oleh Allah dengan ayyam ma’dudat (hari yang terbilang). doa pada hari tersebut tidak akan tertolak (pasti terkabul), maka segeralah berdoa dengan berharap pada-Nya.

Itulah sedikit penjelasan mengenai hari tasyrik. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga kita semua bisa melaksanakan apa yang telah diperintahkan dan disyari'atkan Allah SWT pada hari tasyrik, serta menjauhi setiap larangan pada hari tasyrik. Amin.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook