5 Tips Self Healing


Amperanewscom
20 Jan 2019, 13:53:13 WIB
5 Tips Self Healing

Amperanews-- Pernahkan Anda merasa sakit namun tak sakit?

Sebagian orang pernah menyatakan bahwa mereka pernah merasa kehilangan semangat hidup, tak percaya diri, meremehkan kemampuan sendiri, 

Hal ini, tak bisa dianggap remeh, lho. Tingkat substain dari 'merasa sakit' ini adalah bunuh diri. Berangkat dari pembelajaran tersebut, tim Amperanews punya beberapa tips bagi Anda yang butuh 'obat mujarab' untuk menyembuhkan diri atau yang orang-orang sebut sebagai self healing dari penyakit psikis.

1) Belajar menerima kelebihan dan kekurangan diri.
Kalau Anda pernah iri dengan seseorang yang punya kelebihan dan bisa menonjolkannya begitu hebat, maka yakini juga ia pasti punya sisi kurang dan pencapaian terendah yang tak ditunjukkan pada publik.

Begitupun dengan Anda. Anda pun punya kekurangan yang mesti diterima, dan kelebihan yang patut disyukuri. Yang membedakan orang-orang ialah ada sebagian mereka yang pandai mengatur kelebihannya sehingga bisa menutupi kekurangan yang ada.

Belajarlah untuk menerima dengan lapang sepaket lebih kurang dalam diri Anda. Memang banyak sekali kekurangan yang tak bisa dielakkan. Bahwa Anda belum mampu melakukan hal A, atau belum mampu ditempatkan di posisi B. Atau orang-orang mengatakan Anda tidak pantas menjadi seorang C. Saat sedang berada di posisi itu, tenanglah sejenak. Menerima bukan berarti kalah, tapi merupakan bagian dari batu loncatan agar kelak Anda bisa melangkah lebih jauh.

Yang paling penting setelah bersedia menerima kekurangan Anda dengan lapang dada, ialah tetap buka seluruh pintu baik yang memberi Anda kesempatan untuk masuk. Kalau Anda merasa kurang di bagian A, maka coba lagi bagian yang lain. Barangkali Anda memang ditakdirkan untuk menjadi expert dalam bidang Y. Jangan jadikan kekurangan Anda suatu batasan untuk tidak membuat diri menjadi produktif.

2) Bangun komunikasi dan beri hadiah untuk diri sendiri.

Sesekali, berilah hadiah untuk diri Anda setelah melewati serangkaian tugas yang membuat angka stress Anda meningkat.
Cari hal-hal kesukaan Anda yang bisa meningkatkan semangat setelah serangkaian proses sulit berhasil Anda lewati dengan baik.

Selain itu, cobalah membangun komunikasi dengan diri Anda sendiri. Mungkin ini sering dianggap remeh oleh sebagian orang. Tapi, membangun komunikasi dengan diri sama pentingnya dengan membangun benteng pertahanan disaat suatu hari nanti orang-orang sekitar kita sedang sama sekali tak bisa membantu masalah yang tengah kita hadapi.

Mulailah membuka percakapan-percakapan kecil seperti,
"Terimakasih ya, diriku, kamu sudah mau bertahan kuat melewati hari-hari sulit kemarin."

"Sabar ya diriku, sebentar lagi kita selesai.
Setelah hari-hari berat ini, kamu boleh istirahat minta apapun yang kamu suka. Kan, masa-masa sulit tak selamanya, ini pasti berlalu."

Dengan membangun komunikasi yang baik terhadap diri sendiri, lebih sayang, lebih menghargai kualitas diri, dan lebih percaya pada kemampuan diri, otak kita akan bisa berpikir lebih jernih untuk memampukan kita melewati tahap demi tahap sulit dengan baik, akan lebih mudah pula untuk menyembuhkan diri dari sisi psikologi.

Kalau bukan kita yang sayang pada diri sendiri, maka siapa lagi?

3) Jangan menganggap kesalahan adalah pertanda buruk.

Setiap orang tentu pernah berbuat kesalahan. It's Ok. Katakan pada diri Anda sendiri itu adalah hal yang wajar.
Kalau setiap Anda berbuat salah lalu yang menjadi sasaran marah adalah menyalahkan diri sendiri, maka jangan salahkan kalau suatu hari nanti ia benar-benar sakit.

Kata-kata merupakan stimulasi aktif yang efeknya bahkan bisa mencapai tingkat tinggi. Kata-kata berpengaruh banyak terhadap pengambilalihan keputusan manusia. Bahkan, ada seseorang yang merasa lebih sakit jika dimaki-maki daripada ditampar.

"Duh, masa begini saja saya tidak bisa."

"Bodoh banget sih saya."

"Apa sih kelebihan saya? Kok hal kecil saja bisa teledor?"

Rentetan kalimat tersebut jika setiap hari Anda sugestikan dalam diri, maka tentunya akan menumpuk.
Karena itu, belajarlah menerima dan menanamkan dalam diri bahwa tak sengaja berbuat kesalahan adalah hal yang wajar. Semua kejadian tentu akan ada hikmahnya. Yang paling penting, jika sebelumnya salah maka yang harus dilakukan saat ini adalah mencoba lagi dengan usaha yang lebih baik. Berhenti menyalahkan diri sendiri atau menyesali kekurangan diri. 

4) Berkumpul dengan komunitas yang bisa membuat produktif

Berkumpul dengan teman-teman lama, atau mencari informasi tentang komunitas yang kita sukai bisa menjadi salah satu pilihan untuk menyembuhkan diri.

Sediakan waktu untuk bergabung bersama mereka, dengarkan saran-saran yang bisa masuk, mulai interaksi dengan orang-orang baru, mulai lakukan aktivitas baru, lupakan seluruh beban yang sedang Anda hadapi saat ini. Menyibukkan diri terkadang bisa jadi solusi tepat agar pikiran kita bisa lebih netral untuk beberapa waktu.

5) Belajar memaafkan setiap kesalahan.

Memaafkan seseorang yang pernah berbuat tak baik pada kita artinya memberi kesempatan untuk diri agar bisa kembali tenang. Menjadi kecil atau besar, Merasa bahagia atau tidak, merupakan sebuah pilihan yang bisa kita opsikan dalam setiap kesempatan hidup.

Memilih untuk terus diam dalam kesedihan artinya membiarkan diri tak bisa berkembang. Memilih untuk egois dan tak peduli artinya membentuk keadaan untuk menjadi apatis jika nantinya kita butuh.

Memilih untuk bersyukur artinya menjadikan diri lebih memaknai apa-apa yang telah Tuhan berikan begitu banyak.
Dan memilih untuk memaafkan artinya memberi kesempatan bagi hati untuk kembali bahagia.

Orang-orang yang pernah menyakiti diri kita itu, juga adalah orang-orang yang hatinya sedang sakit. Tak ada manusia yang tega menyakiti sesamanya. Ia berbagi sebab beban yang ditanggungnya sudah terlalu berat. Karena itu, maafkanlah semua hal yang membuat sesak dadamu. Bernafaslah lagi dengan jernih, dan mulai kehidupan baru yang penuh ketenangan.

Nah, demikian 5 tips menyembuhkan psikis diri dari penyakit-penyakit yang sebenarnya berasal dari pikiran kita sendiri. Kalau bisa sembuh, kenapa harus rela bersakit-sakit? Toh, dunia masih terlalu luas untuk menggapai kebahagiaan. Sayang-sayanglah pada diri Anda ya, itu adalah aset paling berharga jika Anda ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk sesama.

 

Teks: Anisa
Editor: Arif




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Iklan Business

STATISTIK PENGUNJUNG

  • User Online 4

  • Today Visitor 354

  • Hits hari ini 631

  • Total pengunjung 125159

  • IP Anda 3.231.228.109