5 Cara Agar Tak Termakan Hoax Politik


crew
21 Jan 2019, 07:38:49 WIB
5 Cara Agar Tak Termakan Hoax Politik

Amperanews-- Perkembangan teknologi di Indonesia  seperti tiada akhirnya, sudah banyak waktu yang kita habiskan bersama teknologi dan tanpa disadari teknologi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah lembaga riset mengatakan bahwa Indonesia tercatat sebagai peringkat kelima terbanyak pengguna teknologi berupa smartphone. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat tidak bisa terlepas dari smartphone, bahkan bisa dikatakan smartphone telah mendarah daging dalam keseharian masyarakat Indonesia. 

Dalam dunia politik, teknologi informasi dipergunakan untuk mempermudah melakukan kampanye tanpa perlu bertatap muka dan bertemu langsung dengan masyarakat. Untuk mencapai tujuan politik dengan efektivitas dan efisiensi tinggi, kini banyak politikus memilih berkomunikasi menggunakan media sosial dan smartphone, agar informasi yang diakses lebih cepat menyebar ke masyarakat.

Sebagian dari tim sukses calon presiden maupun legislatif telah melakukan berbagai kampanye di sosial media. Demi totalitas, bahkan ada juga tim sukses yang menjatuhkan lawannya dengan cara menyebar berita hoax perihal keburukan lawan. Karena perkembangan teknologi informasi yang pesat, maka berkembang pesat pula penyebaran berita hoax yang ditulis oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Termasuk dari para tim sukses yang ingin menjatuhkan lawan agar dapat memenangkan calon pilihannya.

Nah, berikut ini merupakan beberapa cara dari Amperanews agar kita tidak mudah termakan berita hoax dalam kampanye politik.

1. Membaca judul
Sebuah postingan hoax kebanyakan selalu menggunakan kata-kata viralkan, sebarkan, bagikan, dan kata-kata yang mengajak pembaca untuk membagikan  postingan tersebut. Kemudian, judul biasanya dibuat seolah-olah informasi baru dan belum ada yang mengetahuinya. Walaupun kita sebagai masyarakat haus akan informasi politik, tapi kita tetap harus berhati-hati dengan judul-judul yang dirasa aneh.

2) Jangan percaya pada satu sumber berita saja
Agar kita tidak termakan informasi hoax tentang politik Indonesia, kita harus memverifikasi berita tersebut dengan cara tidak membaca satu sumber berita saja. Kita juga perlu membaca topik yang sama dari sumber lain, agar topik berita yang dibaca berimbang kebenarannya.

3. Lihat susunan redaksinya
Setiap kita membaca berita, pastikan dalam bagian berita tersebut terdapat nama penulisnya. Biasanya, media yang menyebarkan berita hoax tidak pernah memberitahu nama penulis berita ataupun artikelnya. Hal tersebut dilakukan agar mudah untuk menghapus berita dan orang tidak akan tahu siapa penulisnya 

4. Hindarkan membaca berita yang isinya tidak sesuai judul
Sebuah informasi hoax biasanya memiliki berita yang judulnya tidak sesuai dengan isi beritanya. Misalnya, dari judul menyinggung caleg A digigit anjing, tetapi di dalam isi beritanya hanya membahas caleg A digigit semut.

5. Kritis dalam membaca
Terakhir, kita jangan hanya membaca lalu menerima dan membenarkan bacaan tersebut begitu saja.  Pembaca harus kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh berita tersebut sebelum benar-benar dapat dibuktikan kebenarannya. Selain itu, usahakan selalu memilih berita dari sumber yang terpercaya.

Perlu kita ketahui,  bahwa Indonesia memang berada di peringkat kelima tertinggi pengguna teknologi dan sosial media. Namun, tidak semua orang melek akan informasi hoax atau bukan hoax. Orang-orang awam cenderung tidak memperdulikan kebenaran berita, mereka terbiasa hanya percaya pada satu sumber. Oleh karena itu, mulai sekarang yuk jadi pembaca yang cerdas.

 

Teks : Theresia
Editor : Anisa




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook